Wah, Ternyata Laki-laki yang Bukan Mahram bagi Wanita Termasuk Suami

Saya terkejut melihat sahabat saya berjabat dengan suaminya saat ingin berangkat bersama saya. Dalam perjalanan, memasuki waktu shalat, teman saya berkata, “saya masih punya wudhu, wudhu saya belum pernah batal”. Saya berpikir sepertinya, sahabat saya belum memahami, bahwa suami bukan mahram bagi wanita. Artinya saat bersentuhan dengan siapa pun yang bukan mahram, maka wudhu akan batal.

Sahabat muslimah, untuk memahamai lebih jauh, mari kita lihat siapa saja laki-laki yang dekat dengan kita, tapi tidak termasuk mahram. Artinya boleh menikah dengannya, aurat tertutup baginya, dan membatalkan wudhu. (baca: hukum wanita menyusui di depan mahramnya)

Laki-laki yang bukan mahram itu adalah 1) Ayah angkat dan anak angkat, 2) Sepupu, yaitu Anak paman, anak bibi, baik sepupu itu dari ayah maupun dari ibu. 3) Ipar, 4) Mahram titipan, yaitu orang yang diamanahkan menjaga seorang wanita, 5) Suami.

muslimah

Ilustrasi

Dengan demikian, semua yang bukan mahram seperti disebutkan tadi, berakibat hukum pada perilaku muslimah seperti yang sudah disyariatkan. Adapun hukum mahram terhadap wanita, dapat di baca di sini.

Tags:
author

Author: 

Seorang muslimah yang bercita-cita menjadi shalehah. Berusaha dan terus berusaha