Tips Mudah Merasakan Kebahagiaan

Bahagia, kata yang senantiasa diidam-idamkan oleh semua orang. Semua orang ingin bahagia dengan cara mereka masing-masing. Ada yang menganggap bahagia dirasakan jika harta berlimpah, dia akan berlomba mencari harta. Ada yang beranggapan bahagia itu jika memiliki banyak anak, maka dia merasakan bahagia jika berada bersama anaknya.

Sesungguhnya bahagia itu adalah cara pandang. Hata bukanlah jaminan kebahagiaan. Harta malah bisa membuat orang tidak bahagia, jika hartanya malah memperbudaknya. Kebahagiaan akan dirasakan apabila seorang merasa cukup, dan bisa merasakan Tuhan bersamanya.

Itu sulit, makanya perlu tips mudah merasakan kebahagiaan, perlu tips bagaimana merasakan kebahgiaan itu sendiri. Nah, berikut 5 kiat agar wanita muslimah lebih mudah merasakan bahagia. Tips ini harus dilakukan konsisten. Seorang muslimah akan merasakan kebahagiaan lambat laun jika melakukan tips ini.

Pertama, Bersyukur saat akan tidur dan ketika bangun dari tidur

Cara bersyukur paling mudah adalah dengan mengucapkan “alhamdulillah rabbil alamiin”. Jauh dari itu, bersyukur adalah merasakan segala apa yang dimiliki adalah sebuah anugerah, sebuah pemberian dari yang Maha Kuasa. Jika kalimat “alhamdulillah rabbil alamin” ini disertai dengan penghayatan dan kesadaran, lalu dilakukan saat akan tidur dan ketika bangun dari tidur, kebahagiaan akan mudah datang dan dirasakan (baca: kisah muslimah yang sabar).

Kedua, Melihat kehidupan orang lain yang lebih berat

Kala kita sakit, terkena musibah, kehilangan, coba berpikirlah, masih ada orang di luar sana mengalami cobaan itu, bahkan jauh lebih berat dibanding yang kita rasakan sekarang, dan itu pasti adanya. Kenapa kebahagiaan itu makin jauh, karena kita justru mengejar susuatu seperti apa yang dirasakan oleh mereka yang lebih dari kita.

Ilustrasi

Ilustrasi

Sahabat muslimah, semua berjalan dalam garis takdirnya, meski manusia dituntut untuk berusaha. Bagaimanapun kiat usaha Anda, kebahagiaan itu ada pada cara pandang, dan dari sinilah kita perlu memahami setiap hal yang telah terjadi, setiap hal yang telah menimpa adalah hal terbaik yang ditakdirkan Allah, membuat Anda akan lebih mudah berbahagia.

Ketiga, Membiasakan tersenyum kepada orang lain

Senyum itu sedekah, kata nabi saw. Tersenyumlah, maka engkau akan bahagia, minimal kebahagiaan itu dari orang yang melihat senyum manis kita. Sebuah penelitian menunjukkan, orang-orang yang diminta membaca buku sambil bibirnya tersenyum lebih dapat menikmati buku tersebut daripada orang-orang yang diminta membaca buku sambil cemberut.

Hal lain, apakah ketika cemberut, akan menyelesaikan cobaan yang menimpa? Tidak. Justru dengan senyum, bantuan akan lebih cepat mendekat. Dengan senyum teman makin banyak, bahkan dengan senyum kita mendapat pahala dari Allah swt. Semoga pahala itu menjadi tonggak baru kebahagiaan kita nantinya.

Keempat, rajin melaksanakan Subuh di awal waktu dan shalat sunnah Subuh

Dalam sebuah hadis, “seseorang bangun tidur dan berdoa, lepaslah satu ikatan syetan. Ketika ia berwudhu, lepaslah ikatan kedua. Dan ketika ia menunaikan shalat tahajud, lepaslah ikatan terakhir. Setelah ketiga ikatan syetan itu terlepas dan dilanjutkan dengan shalat Subuh di awal waktu (berjamaah bagi laki-laki), maka paginya dia semangat. Dan semangat ini sangat dekat dengan bahagia.

Dalam hadis lain dikemukakan, bahwa “shalat sunnah subuh lebih baik dari dunia beserta isinya”. Bukankah dunia beserta isinya adalah sarana mencapai kebahagiaan, maka dengan shalat sunnah Subuh, kebahagiaan sudah di depan mata (baca kelebihan shalat sunnah subuh di sini).

Kelima, membantu dan bergaul dengan banyak orang

Membantu orang dengan ikhlas membuat Anda akan lebih berbahagia. Bukanlah hasil dari bantuan itu yang membuat bahagia, tapi sudah menjadi fitrah, manusia suka melihat orang lain tertolong dan keluar dari masalah (baca: indahnya kebersamaan dan berbagi).

Demikian juga dengan pergaulan. Nyata, semakin banyak teman akan membuka peluang semakin banyak bantuan. Teman Anda akan memberikan solusi jika Anda sedang mengalami masalah.

Sekali lagi, merasa bahagia tidak seperti merasakan manis saat mengecap gula, asin saat mengecap garam. Menjadi bahagia dengan merasakan bahagia adalah upaya konsisten dan istiqamah. Semoga tips menjadi bahagia bermanfaat bagi kita semua.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.