Tips Memilih Teman Bagi Muslimah

Manusia sebagai makhluk sosial meniscayakan kita tak akan bisa hidup sendiri. Kita butuh seorang teman, kita butuh seorang sahabat. Olehnya, dalam memilih teman, sahabat, atau siapa yang akan menemani kita mengarungi hidup yang penuh liku, bersamanya kita akan saling membantu, bahu-membahu menuju akhir perjalanan hidup.

Muslimah dalam posisi wanita yang terjaga dari fitnah, tersimpan mahal dalam lapisan hijab, tentu memiliki perbedaan mendasar saat memilih teman dengan laki-laki. Hal yang paling mendasar yang paling penting kita ketahui adalah bahwa teman itu laksana cermin “Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin.” Sabda Nabi saw yang diriwayatkan Bukhari dan imam Abu Dawud.

Dalam hadis lain, “Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya.” Sabda Nabi saw yang diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi, dan imam Ahmad. Dari hadis ini, memilih teman perlu kiat tersendiri, tidak asal, karena teman menentukan perjalanan hidup kita selanjutnya. Semakin banyak teman baik, maka semakin banyak yang akan hidup bersama kita ke arah yang baik.

Ketahuilah bahwa tidak semua orang layak dijadikan teman karib. Karena itu, orang yang dijadikan teman karib harus memiliki sifat-sifat yang memang menunjang pertemanan. Apalagi seorang muslimah, salah memilih teman bisa menjadi fitnah, bahan pergunjingan orang lain.

Olehnya itu, artikel kali ini akan mengulas tips memilih teman khusus muslimah;

Pertama, usahakan pilih teman wanita juga. Berteman dengan laki-laki bagi muslimah tidak dilarang, hanya saja untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, maka usahakan memilih teman karib dari muslimah juga.

Biasanya, teman laki-laki tak dicari akan datang sendiri, siap membantu, namun sayang di balik bantuannya, ada kepentingan lain. Tidak semua tentunya, tapi itulah kodrat wanita. Wanita memiliki daya tarik terhadap lawan jenisnya, pria (baca: takdir jodoh tiada yang tahu).

Kedua, carilah teman yang se-akidah. Tentu kita masih ingat dengan kisah kematian Abu Thalib, paman Rasulul saw. Dalam keadaan terbaring menghadapi kematiannya, ada tiga teman yang menyertainya, mereka adalah Rasulul saw, Abu Jahal, dan Abdullah bin Abi Umayyah. Dua orang terakhir itu adalah tokoh kafir Quraisy. Waktu itu Rasul mengatakan, “Paman, katakan “laa ilaha illa llah”! Satu kalimat yang akan aku jadikan bahan pembelaan bagimu di hadapan Allah.”

Sayang, dua teman paman Rasul saw, menimpali dan mengganggu, “Abu Thalib, apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?”. Silih berganti Rasul saw meminta, namun tak henti pula dua tokoh kafir pun terus memengaruhi. Sampai akhirnya Abu Thalib enggan mengucapkan kalimat tauhid dan tetap memilih agama Abdul Muthalib.

Kisah itu memberikan kita pelajaran, betapa teman dekat yang baik, akan memberikan arah kepada kita yang baik pula. Demikian pula sebaliknya, teman yang kufur, tidak seakidah, akan senang jika kita berada dalam akidahnya.

Ketiga, pilihlah teman yang berakal dan berilmu. Teman yang berakal akan senantiasa menggunakan akalnya dalam setiap perbuatan termasuk kepada temannya. Berteman dekat dengan orang yang punya dan mengamalkan ilmu akan memberi pengaruh positif yang besar pada diri seseorang.

Teman yang berilmu, secara tidak langsung membuat kita belajar. Bagaimana cara orang berilmu bertindak, berbuat, akan mudah kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Keempat, pilihlah teman yang berkakhlak baik. Syarat ini juga menjadi keharusan sebab berapa banyak orang berakal yang dirinya lebih banyak dikuasai amarah dan nafsu, lalu dia tunduk padanya sehingga tidak ada manfaat bergaul dengannya.

Kelima, tidak materialis. Pilihlah teman yang tidak materialis, memandang sesuatu berdasarkan kekuatan material. Teman seperti ini biasanya rakus. Segalanya, akan dilakukan asalkan menguntungkan baginya. Teman akan dilihat sebagai hal “asalkan menguntungkan”. Jika tidak, teman tidak ada apa-apanya.

Tips-memilih-teman-muslimah

Sumber: detik.com

Teman materialis suka memanfaatkan temannya. Saat berjualan, target pasar pertama, temannya. Saat butuh bantuan, terget dalam pikirannya temannya. Sayangnya, dia menjadi rakus, dan tidak melakukan hal yang sama kepada teman karibnya.

Sahabat muslimah, inilah tips memilih teman karib yang harus diperhatikan. Jangan sampai kita salah memilih sehingga menyesal di kemudian hari. Firmna Allah dalam surah az-Zukhruf ayat 67, “Teman -teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.