Tim Basket Putri Qatar Dipulangkan Karena Berhijab

Motto Asian Games Incheon, “Diversity Shining Here” yang berarti “Keanekaragaman Bersinar di Sini,” sepertinya hanya sekedar motto, tapi tidak terwjud dalam pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan Tim basket putri Qatar dilarang bermain karena mengenakan hijab saat melawan tim Basket Mongolia. Akhirnya, tim basket putri Qatar harus pulang karena diputuskan kalah Walk Out (WO).

Tragedi yang menimpa Qatar itu diketahui, saat akan bertemu dengan tim basket putri Nepal. Lama ditunggu, tim Qatar tak juga muncul di arena. Saat dikonfirmasi, ternyata official tim basket putri Qatar menutuskan untuk menarik diri dari ajang Asien Games 2014, bahkan sudah memulangkan para atlitnya (baca: tata cara berhijab menurut islam).

Tak ada alasan lain, kecuali merasa kalau aturan itu deskriminatif dan tidak sesuai dengan motto Asian Games 2014. Larangan pemain mengenakan hijab oleh panitia penyelenggara Asian Games, pelak menjadi menjadi bahan perbincangan yang ramai baik di media sosial maupun di beberapa media Internasional.

Saat ditanya, pemimpin delegasi Qatar dengan tegas mengatakan, bahwa tim sudah menarik dari dan bersiap-siap untuk kembali ke Qatar (baca: hikmah berhijab).

“Dengan peraturan ini, berarti menghalangi langkah atlet perempuan lain yang memakai hijab. Ini adalah pengucilan terhadap atlet yang memakai hijab. Olehnya itu, tak ada pilihan terbaik selain terpaksa pulang ke negara asal kami.” Katanya pada Jumat 26/9/2014.

Pernyataan ini disambut pemain Qatar, “Kami tidak bisa melepasnya demi agama kami, meski kami harus kehilangan pertandingan menghadapi Mongolia,” kata Amal Mohamed A Mohamed, salah seorang pemain.

Dari pihak panitia penyelenggara saat dikonfirmasi mengakui kalau kemenangan akhirnya diberikan kepada tim Mongolia, karena pemain Qatar enggan melepas hijab. Demikian pernyataan Games Icheon Anna Jihyun, selaku Juru bicara komite Asian Games 2014.

Tim Basket Putri Qatar, Berhijab. Sumber gambar: sports.sindonews.com

Tim Basket Putri Qatar, Berhijab. Sumber gambar: sports.sindonews.com

Masalah hijab bagi atlet, memang sudah menjadi bahan perbincangan sejak bulan lalu. Bermula, saat dua atlet Basket putra muslim India bermain dengan menggunakan turban di kepala selama kejuaraan Piala Asia Juli lalu di China. Akhirnya, peraturan mengenai penutup kepala di permainan basket menjadi fokus tahun ini (baca: cerita tentang wanita berhijab).

Federasi basket Internasional, FIBA, hanya memberi ijin pemain menggunakan penutup kepala pada pertandingan domestik saja, itupun hanya diujicobakan untuk masa dua tahun saja, dan setelah mendapat izin ofisial pertandingan.

Dengan demikian untuk even Asian Games, aturan itu tidak berlaku, karena Asian Games termasuk kejuaraan internasional. Ini berbeda dengan cabang olahraga Bowling dan Bulu Tangkis yang membolehkan penggunaan hijab.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.