Tetap Cinta Siapapun Pasangan Kita

Siapa pasangan kita nantinya? Tidak ada yang bisa memastikan. Allah swt hanya memerintahkan kita untuk memilih berdasarkan persyarat syar’i sebelumnya. Tidak ada yang mampu mengenal manusia secara keseluruhan di dunia ini. Tidak ada manusia yang tak luput dari salah dan khilaf. Semua manusia pernah salah. Artinya, kelak kita akan mendapatkan pasangan yang pernah salah atau mungkin akan salah.

Bagi seorang wanita, menikah dan mendapatkan pasangan adalah kado terindh dalam hidup. Ada yang mengatakan, menikah adalh cita-cita tertinggi seorang wanita. Tapi, jodoh ternyata tak selamanya berbuah manis dan menyiapkan keindahan. Wabgai wanita, kita harus siap, kalau saja pasangan kita sebagai manusia tempat salah dan khilaf, khilaf itu akan dilakukan atas kita.

Tetap cinta siapapun pasangan kita, karena menikah adalah keputusan. Hal pertama yang dilakukan adalah menerima bahwa dialah laki-laki pasangan kita. Keputusan itu harus disukuri. Masih banyak di luar sana yang belum mendapatkan hak untuk menikah atau tidak. Ikrar sehidup semati harus dijaga dengan baik. Jodoh dalam bentuk pernikahan adalah takdir bagi kita, maka di dalamnya pasti ada ujian, ujian dari Allah swt.

Ketahuilah, wahai saudariku. Wanita yang baik akan mendapatkan pasangan yang baik pula. Namun perubahan dunia, ujian, dan cobaan senantiasa menghampiri. Tidak ada pilihan paling bijak kecuali bersabar. Kekurangan yang ada pada pasangan kita pada dasarnya menyesuaikan atas kelebihan yang kita punyai.

Menikah adalah hidup baru, yang di dalamnya banyak mengandung pelajaran. Namun hal ini hanya berlaku bagi muslimah yang mau belajar. Memang tidak mudah, dan tidak sesederhana yang kita pikirkan. Lalu mengapa kita harus menambah lagi dengan melibatkan hal yang bernama konflik yang semakin membuat repotnya suasana. Kita manusia, suami kita juga manusia. Dia bisa salah, seperti kita yang juga berpotensi salah. Paling penting kita lakukan adalah tetap cinta.

Tetap cinta siapapun pasangan kita, karena dalam perjalanan bersama si Dia pasti ada godaan. Godaan terhadap dia, tidaklah pasti lebih banyak dari godaan yang menimpa kita. Kebersamaan menuntut komunikasi. Dengan komunikasi, semua akan memanusiakan, karena dalam komunikasi Anda dan Dia saling mengukur.

Saudariku, tetaplah mencintai, siapapun pasangan kita.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.