Teladan Muslimah: Sang Dzatun Nithaqain

Jaman Rasulullah bisa menjadi jaman paling krusial bagi kelangsungan hidup umat Islam di seluruh dunia. Pada jaman ini tentu banyak sekali perjuangan yang harus dilakukan baginda Rasulullah beserta sahabat-sahabat dan para pengikutnya untuk semakin mengibarkan bendera Islam dan menyebarkan agama Islam ke berbagai daerah, meski harus mengalami berbagai rintangan dan penolakan di sana-sini.

Pada jaman ini, pun telah ada berbagai sosok teladan bagi anak-anak sholeh dan sholehah. Tak perlu melihat ke tempat yang terlalu jauh, putri sahabat nabi pun bisa menjadi contoh yang baik.

Asma’ bint Abu Bakar sang Anak Sholehah

Putri dari khalifah pertama Abu Bakar as Shiddiq dengan seorang kafir yang ditalaknya pada masa sebelum munculnya Islam: Qatilah bint Abdul ‘Uzza. Apa yang dilakukannya hingga dipandang sebagai salah satu putri-putri teladan dalam sejarah Islam? Saudara satu ayah beda ibu dari Aishah Ummul Mukminin ini sangat berjasa terutama pada jaman Rasulullah harus bersembunyi sementara di gua Tsur.

Jasanya sebagai pengantar makanan bekal untuk ayahnya dan baginda Rasulullah membuatnya menyandang gelar sang dua tali pinggang. Hal ini dikarenakan ia terpaksa membelah dua tali pinggang yang biasa dipakai perempuan di jaman itu untuk mengikat dan menutupi bekal makanan Rasulullah.

Tak hanya itu saja bukti bahwa Asma’ merupakan putri yang sholehah. Ia membela kehormatan sang ayah dan melegakan hati kakeknya ketika suatu hari Abu Bakar pergi membawa seluruh hartanya. Sang kakek marah karena cucu-cucunya tak diberi sepeser uang pun. Asma’ kemudian membawa semangkuk kerikil ke hadapan kakeknya yang telah buta itu seraya berkata bahwa sang ayah telah meninggalkan harta yang berlimpah untuknya.

Semasa hidupnya, Asma’ telah menjadi anak sholehah yang berbakti pada ayahnya. Pun ketika hatinya gelisah harus menolak kedatangan dan hadiah dari ibunya yang kafir, Asma’ datang pada Aishah dan meminta saran dari Rasulullah. Ketika itu Rasulullah bersabda bahwa Asma’ bisa menerima kedatangan dan juga hadiah dari ibunya itu, dan ia pun melaksanakannya.

Ilustrasi: rumahkeluarga-indonesia.com

Ilustrasi: rumahkeluarga-indonesia.com

Asma’ bint Abu Bakar, meski seorang perempuan, adalah seorang anak yang berani membela dan melindungi ayahnya. Ketika Abu Jahal datang padanya dan meminta serta merayunya untuk mengatakan dimana keberadaan sang ayah, dengan tegas Asma’ menjawab tidak tahu. Hal yang dilakukannya ini tentu membuat geram Abu Jahal yang terkenal kejam. Namun Asma’ tak gentar.

Jaman sekarang tentu jauh lebih mudah segala-galanya bila dibandingkan dengan jaman dimana Asma’ hidup. Pun tak perlu berkorban nyawa untuk menjadi anak-anak yang sholeh sholehah di masa sekarang ini. Jika Asma’ bisa menjadi anak sholehah yang sangat tinggi tingkat keimanannya, tentu kita bisa melakukannya juga. Demi Allah. Demi kedua orang tua kita. Dan demi diri kita sendiri.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.