Tausiyah untuk Saudariku Para Muslimah

Dalam Al-qur’an di sebutkan bahwa kelak penghuni neraka yang paling banyak terdiri dari para wanita. Mungkin hal tersebut terkadang akan menjadi sebuah pertanyaan besar di benak kaum hawa, apakah benar demikian? Jika memang benar, bukankah hal itu kurang adil? Sebuah pertanyaan yang meraguka akan isi dari kitab suci allah yang sudah pasti. Sebenarnya jika kita lihat di masa sekarang, hal tersebut sudah pasti benarnya. Kita lihat dari hal aurot saja, sekarang banyak wanita yang lebih suka memamerkan kemolekan tubuhnya dari pada menutupinya. Bahkan jika di lihat kurang menantang, mereka masih menambahnya dengan busana terbuka yang terkesan kekurangan bahan. Dan lebih parahnya lagi, mereka mengenakan semua itu dengan rasa bangga tanpa ada sedikitpun rasa malu di hatinya. Na’udzubillah min dzalik..

Dalam Al-qur’an al-karim, wanita di ceritakan memiliki derajat yang cukup tinggi. Tapi terkadang derajat itu menjadi terjun bebas sangat rendah serendah-rendahnya karena ulah mereka sendiri. Itu baru satu contoh saja. Contoh lainya adalah dalam bertutur kata. Para wanita zaman sekarang kurang bisa menjaga tutur kata mereka. Bukankah sudah di jelaskan, tutur kata dapat menentukan tempat kita di akherat kelak. Jika tutur kata kita baik, niscaya kita akan mendapat tempat yang baik pula. Semisal menggunakan mulut kita untuk membaca Al-qur,an, berdzikir, berkata jujur, dan hal-hal baik lainya. niscaya kita akan mendapat ketenangan di dunia dan akhirat. Apakah kita tidak malu pada wanita-wanita zaman dulu? Bahkan pada zamanya nabi ada sebuah kisah muslimah solehah, tiap tutur katanya berisi Al-qur’an. Dia tidak berkata selain yang hanya ada dalam Al-qur’an. Bahkan untuk sekedar berbicara dan menjawab seseorang pun dengan Al-qur’an. Sungguh tempat yang mulia di sisi Allah yang akan di dapat oleh wanita muslimah ini.

Coba kita tengok zaman sekarang. Kita tak usah berbicara dan bertutur kata dengan Al-qur’an, karena saya tahu tak ada yang bisa seperti itu sekarang ini. Cukup berkata yang baik dan bermanfaat, rajin mengaji dan mengisi waktu luang dengan berdzikir kepada Allah. Hal ini saja sudah cukup berat dan jarang sekali wanita muslimah modern yang dapat menjalankanya. Yang ada malahan sebaliknya. Bahkan terkadang ada seorang muslimah yang kelihatn alim, menutup aurotmya, tapi masih tetap saja hobi ngerumpi, hobi menggunjing kejelekan orang lain. Apakah mereka tidak merasa malu? Menutupi aurot dzohirnya dengan mempesona dan terlihat alim serta solehah, tapi tidak di barengi dengan melapisi hatinya dengan iman dan ketaqwaan yang tebal dan kuat.

Dan satu lagi, muslimah zaman sekarang jarang yang taat pada suami. Kalaupun ada, itu hanya segelintir saja. Dan mereka adalah termasuk wanita-wanita yang mulia dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Wanita-wanita muslimah yang taat sekarang hanya dapat kita tonton di senetron. Dan kebanyakan dari mereka di ceritakan hidup sengsara dan teraniyaya. Hal tersebut seakan menjadi provokasi bahwa jika seorang muslimah taat pada suami mereka, mereka akan mendapat nasib yang sama. Yaitu di injak-injak harga dirinya serta hidup teraniyaya. Kebanyakan mereka melihat sinetron hanya sebagai tontonan, bukan tuntunan yang mereka niati untuk di tiru dan di ambil sisi positifnya. Saya harap, dengan artikel singkat ini. Dapat menjadi tausiyah yang dapat membuka hati para muslimah. Mulailah berbenah diri jika tak ingin masuk dalam golongan ahli neraka seperti yang tertulis dalam Al-qur’an. Perubahan tak datang dari orang lain, tapi dari niat, tekad, dan kesadaran orang itu sendiri.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.

One Response

  1. author

    wiri3 years ago

    ahsan, ijin share y mbak.. 🙂

    Reply

Leave a Reply