Takdir Tuhan atas Jodoh Tiada yang Tahu

Dia seorang muslimah cantik, dua bersaudara. Orangtuanya adalah pegawai Negeri Sipil dengan warisan yang tidak sedikit. Kakak perempuannya sudah menikah dengan seorang anggota polisi.

Banyak yang melamarnya, tapi dia masih mau melanjutkan studi katanya. Pria mana yang tidak mengejarnya. Kulit putih dengan tinggi ala pramugari. Alumni pesantren, selalu menutup aurat, sopan, dan akhlak yang selalu Islami.

Selesai S1 terhitung sudah 8 laki-laki yang melamarnya, tapi semua ditolak. Orangtuanya mulai khawatir, khawatir anaknya dimakan oleh waktu dan kesombongan. “saya masih mau lanjut S2”. Jawabnya simple. Usut demi usut, ternyata wanita ini pernah mengikat janji kepada seorang laki-laki teman pesantrennya dulu. Pria itu sementara menjalani pendidikan Bintara Angkatan Darat.

Memasuki semester III, anak Bupati daerahnya datang melamar. Semua keluarganya sudah pasrah. Siapa yang kuasa menolak lamaran anak orang nomor satu di kabupaten itu. Tapi wanita ini tetap menolak. Dia yakin akan janjinya, janji yang menurutnya suci. Dia masih menunggu sampai pria impiannya menyelesaikan studinya.

Oktober 2011. Seperti yang sudah ditunggu-tunggu. Pria idamannya selesai menempuh pendidikan. Sebulan berselang, pria itu datang melamar. Dalam pikiran awam, siapa yang bisa menghalangi? Keduanya sudah mengikat janji sejak lama. Namun, takdir Tuhan atas jodoh tiada yang tahu. Rencara pernikahan gagal hanya karena persoalan tawar menawar mahar.

Wanita cantik ini stress bukan kepalang. Dia mulai merasa, inilah karma yang menimpanya dari sekian banyak salah menolak niat baik orang yang ingin melamarnya. Dia baru tersadar, benar bahwa takdir Tuhan atas jodoh tiada yang tahu. Hingga teman dekatnya menasehati. “Tidak ada salah yang tidak diampuni, dan tidak ada masalah yang tak punya solusi.”

Tiga bulan berselang, seorang pria datang melamar. Bukan anak bupati, bukan pria dengan pekerjaan menterng dalam status social di daerahnya. Dengan mengucapkan basmalah, lamaran diterima, dan pernikahan berlangsung. Kini wanita muslimah cantik itu, sudah menimang seorang putra.

takdir tuhan

Apa pelajaran dari kisah muslimah tadi? Jodoh ada di tangan Tuhan. Ringkas dan jelas. Bagaimana akhlak Islami yang terbangun dalam dirinya, mempertahankan janji, meyakinkan orangtua, ternyata harus tunduk pada keputusan takdir Tuhan akan jodoh dan pasangan, karena takdir Tuhan atas jodoh tiada yang tahu.

Saudariku. Yang perlu kita jaga, adalah akhlak. Jodoh, masa depan dengan pasangan telah disiapkan olehNya. Siapa yang menjadi pasangan kita, baik atau buruk, adalah kualitas yang kita siapkan hari ini.

Semoga bermanfaat.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.