Suami Tidak Melaksanakan Shalat, Ini Caranya

Hilda, wanita muslimah baru menikah 3 bulan lalu. Suaminya dikenal dengan baik karena satu jurusan dan satu kampus masa kuliah dulu. Sebagai alumni perguruan tinggi Islam, dia sangat yakin akan kehidupan beragama suaminya. Dia merasa, akan mendapat imam, pembimbing yang baik saat berkeluarga nanti. Namun apa hendak dikata, tak disangka hidup bersama suaminya beberapa bulan, barulah dia sadar kalau sang suami tidak melaksanakan shalat.

Lain lagi dengan bu Yuli. Muslimah dua anak hasil pernikahan dengan suaminya yang berjalan lima tahun. Awalnya, dia mengenal suaminya memang dari latarbelakang yang tidak baik dari sisi agama. Dia dijodohkan. Walhasil, suaminya jarang shalat, bahkan hampir tidak pernah. Hanya jika dia merasa kesulitan dalam menjalani hidup, barulah dia shalat, itupun ikut-ikutan.

Kisah nyata di atas, adalah sampel dari problem keluarga yang mungkin sama dengan yang Anda alami. Banyak suami tidak melaksanakan shalat, tanpa diketahui penyebab pastinya. Umumnya karena malas, terpengaruh, atau belum merasakan nikmatnya shalat dalam dirinya. Intinya malas, suami tidak mau melaksanakan shalat.

Sahabat muslimah, apa yang terjadi bila kenyataan itu ada dalam keluarga kita? Sadarilah bahwa, menikah adalah cita-cita tertinggi wanita. Menikah adalah kenikmatan, namun menikah sesungguhnya juga merupakan ujian. Karena hidup ini secara keseluruhan adalah ujian dari Allah untuk menilai hamba-hambaNya, siapa yang terbaik amalnya, maka menikah juga demikian, karena menikah adalah amal (baca: berjilbab tapi tidak shalat).

Lalu bagaimana cara mengatasi suami tidak melaksanakan shalat? Berikut tips triknya;

Pertama, yakinkan kepadanya, bahwa shalat adalah rukun Islam. Tanda ke-islaman seseorang salah satunya adalah jika mendirikan shalat. Ingatkan berulang-ulang dan jangan pernah bosan. Sebagai seorang istri, tentu tahu cara menyampaikan sesuatu kepada suami. Misalnya saat dia santai, menonton bersama, bercengkrama bersama anak, atau bahkan sehabis berhubungan badan.

Mengingatkan suami, jangan menakut-nakutinya, meski Nabi saw menyampaikan bahwa “Batas antara seseorang dan kekafiran itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hal seperti itu, cukup diutarakan sebagai bagian dari komunikasi saja. Misalnya dengan ucapan, “mas, tadi saya sempat dengar ustad mengatakan bahwa kalau gk shalat katanya kafir, hadisnya ini.”

Kedua, rangkaikan ajakan agar suami melaksanakan shalat dengan kata-kata cinta. Kata cinta dari isteri adalah ajimat yang sangat ampuh. “Mas aku akan semakin mencintaimu, jika senadainya kamu mengimamiku dalam shalat”. Silahkan rangkai kata cinta dengan kalimat menyentuh.

Seringkali, suami akan tersentuh dengan kata-kata cinta dari istrinya daripada kata-kata nasehat. Maka carilah saat yang tepat lalu ungkapkan betapa Anda sangat mencintainya. Karena cinta, Anda ingin menjadi istrinya selamanya; di dunia dan juga di surga. Karena cinta, Anda sangat menginginkannya jadi imam bagi Anda dan anak-anak Anda.

Ketiga, ajak suami ke acara keagamaan, pengajian, atau acara keluarga yang berisi nasehat agama. Tak jarang suami merasa tersinggung jika dinasehati oleh isteri, meski nasehat itu disampaikan dengan cara yang baik. Jangan putus asa. Ajak dia ke acara keagamaan, pengajian, atau acara lain yang memungkinkan dia mendengarkan nasehat tentang shalat di sana.

Keempat, ingatkan tentang anak-anak. Sejahat apapun orang tua, pasti tidak akan mengharap anak-anaknya meniru perbuatan tidak baik itu. Shalat adalah ajaran kebenaran. Di dalam hati yang paling dalam seorang suami, dia tahu kalau perilaku tidak shalat adalah contoh perbuatan yang tidak baik. Nah, jika dia mengharapkan kebaikan kepada anak-anaknya, tentu juga mengharap anak-anaknya kelak tidak seperti dia. Mengharapkan anak-anaknya mendirikan shalat.

Terkait hal ini, bisa dirangkai dengan menjebaknya. Ajak anak-anak shalat berjamaah, dan suruh anak memanggil bapaknya agar menjadi imam. Selesai shalat, sampaikan kepada suami, kalau anak-anak bangga dengan ayahnya sebagai imam tadi (baca: tips agar anak rajin shalat lima waktu).

Wanita shalat tanpa suami. Ilustrasi

Wanita shalat tanpa suami. Ilustrasi

Kelima, doakan tak henti. Shalat akan dilaksanakan jika suami dalam keadaan beriman. Iman keluar masuk, itu masalahnya. Doa menjadi senjata pamungkas orang-orang yang beriman. Jangan pernah berhenti meminta kepadaNya, agar iman kekal dalam dada. Doakan suami terus menerus, terutama di waktu-waktu yang mustajab. Setiap selesai shalat lima waktu, pada sepertiga malam yang terakhir setelah tahajud, pada waktu berbuka, dan sebagainya.

Demikian tips dan cara mengatasi suami tidak melaksanakan shalat. Apapun yang kita lakukan niatkan sebagai ibadah, Allah akan membalas setiap yang kita lakukan.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.