Si Bungsu yang Berhati Lembut

Memiliki orang tua yang terbilang sangat mampu mencukupi kebutuhan kita yang serba mewah memang merupakan keberuntungan yang sangat besar. Hidup jadi serba mudah dan menyenangkan. Apalagi jika orang tua tersebut juga sangat menyayangi kita. Namun, kekayaan orang tua kita tak lantas bisa membuat kita hanya menganggap beliau layaknya mesin uang semata. Sebagai anak yang sholeh dan sholehah, wajib bagi kita untuk senantiasa menjaga, merawat, dan mendoakan kedua orang tua kita apapun kondisinya. Suatu kisah mengenainya dapat kita cermati dalam dongeng anak sholehah berikut ini.

Kisah tentang Kasih Sayang

Pada jaman dahulu kala, hidup seorang pedagang kaya raya yang tinggal bersama ketiga putrinya yang masih sangat muda. Beruntunglah ia, karena dianugerahi tiga orang putri yang sangat cantik jelita. Namun, kecantikan anak-anaknya itu tak ter-refleksikan pada perilaku dan sifat mereka. Si Sulung yang diberkahi dengan tubuh yang indah selalu ingin memakai pakaian-pakaian bagus yang sangat mahal sedang si Tengah yang memiliki kulit putih yang sangat lembut merupakan penggila perhiasan-perhiasan mewah. Hanya si Bungsu yang bersuara lembut yang juga memiliki hati selembut suaranya. Sang ayah sangat menyayangi ketiga putrinya itu dan selalu memanjakan mereka. Namun, agaknya hanya si Bungsu yang balik menyayangi sang ayah dengan sepenuh hati.

Suatu hari, sang ayah harus pergi melakukan perjalanan bisnis ke sebuah kota besar jauh dari kota mereka. Namun, untuk pergi kesana sang ayah harus melewati wilayah yang rawan perampokan. Sebelum berangkat, sang ayah bertanya apa ada oleh-oleh yang diinginkan ketiga putrinya.

Sesuai sifatnya, si Sulung meminta pakaian tercantik dan si Tengah menghendaki perhiasan termewah. Berbeda dengan kedua kakaknya, si Bungsu hanya mendoakan keselamatan sang ayah hingga kembali ke rumah. Dengan sedikit khawatir, si Bungsu melepas kepergian ayahnya.

Meski sudah selalu berdoa untuk sang ayah, namun si Bungsu masih saja merasa khawatir. Kemudian berdoalah ia agar menjadi seekor burung dan menyusul ayahnya. Doa tersebut dikabulkan oleh Allah swt. Maka si Bungsu pun berangkat mencari sang ayah. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati ayahnya tergeletak tak berdaya. Perampokan. Batinnya.

Anak Salehah

euismaryamahselalusukses.blogspot.com

Si Bungsu pun berkeliling mencari bantuan. Disanalah ia bertemu seorang pemuda yang mengendarai kuda dengan gagahnya. Si Bungsu pun menghampiri pemuda itu dan memberi sinyal untuk mengikutinya. Pemuda baik hati itu pun segera menolong sang ayah. Si Bungsu yang kembali menjadi manusia langsung memeluk sang ayah sambil berualng kali mengucap syukur.

Harta bukanlah segalanya. Satu poin penting dalam perihal memberikan kasih sayang untuk orang tua. Tak hanya memberi harta dan ucapan sayang yang berlebihan. Cukup dengan berperilaku dan berakhlak baik, rajin beribadah dan rajin mendoakan kedua orang tua. Itulah hakikat sesungguhnya dalam rasa kasih sayang dari seorang anak sholeh sholehah.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.