Seputar Mandi Wajib, Cara dan Hukum Mandi Wajib

Kesucian wanita terjaga dan dijaga oleh Islam sebagai ajaran dan tuntunan hidup. Penyempurnaan akhlak melalui syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, menempatkan wanita muslimah terjaga baik dari kotoran fisik maupun kotoran sosial. Sebut saja mandi wajib. Mandi wajib diatur dalam syariat, khusus bagi muslimah dengan cara dan kaidah tertentu.

Dasar hukum mandi wajib adalah firman Allah surah al-Maidah ayat 6 yang berbunyi, “Dan jika kamu junub maka mandilah.”

Mandi wajib hukumnya wajib. Mandi wajib beda dengan mandi rutin, mandi untuk tampil menarik dan agar badan segar, bangun tidur, atau mandi kala ingin berangkat ke suatu tempat. Mandi wajib dilakukan hanya dalam kondisi tertentu, yaitu; 1) jika keluar mani meski dalam keadaan tidur atau mimpi, 2) bertemunya dua kemaluan saat senggama, meskipun tidak keluar air mani, 3) orang kafir (wanita) masuk Islam, 4) berhenti dari haidh dan nifas, 5) meninggal dunia bukan karena syahid di medan perang.

Yang paling sering tentu sehabis haidh. Wanita pasca haidh wajib melakukan mandi wajib, jika sudah yakin haidhnya berhenti. Cara mandi wajib ada dua, keduanya bersumber dari hadis Nabi saw.

Pertama, hadis yang diriwayatkan Aisyah ra, “Kebiasaan Rasulullah saw, apabila hendak mandi karena janabah, beliau mencuci kedua tangannya dan ber-wudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Kemudian menyela rambutnya dengan kedua tangannya, lalu mengguyurkan air sebanyak 3 kali. Kemudian membasuh anggota tubuh yang lain.” Hadis ini bisa dilihat dalam kitab sahih Bukhari dalam bab al-Ghusl hadis nomor 285.

Kedua, hadis yang diriwayatkan Maimunah binti Harist ra, yang juga istri Nabi saw, “Aku meletakkan air untuk mandi janabah bagi Rasulullah saw, beliau lantas menuangkan (air) dengan tangan kanannya pada tangan kirinya sebanyak 2 atau 3 kali. Beliau lalu membasuh kemaluannya. Beliau menepukkan tangannya pada tanah atau tembok-sebanyak 2 atau 3 kali- beliau lantas berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam hidung, membasuh wajah dan kedua lengannya. Beliau lantas mengguyur air di atas kepalanya, lantas membasuh anggota tubuh yang lainnya. Beliau lalu menjauh dan mencuci kedua kakinya.” Maimunah berkata, “Aku lantas mendatangi beliau dengan membawa kain, akan tetapi beliau tidak menghendakinya. Beliau kemudian mulai mengusap air dengan kedua tangannya.” Hadis dalam kitab sahih Bukhari, bab al-Ghusl, hadis nomor 274.

Dari kedua cara mandi wajib berdasarkan hadis tersebut, tak jauh beda. Hadis kedua menyempurnakan hadis pertama. Hadis kedua menambahkan membasuh kaki, dan tidak mengusap air dengan handuk, tapi dengan tangan. Berarti cara mandi wajib adalah mencuci kedua tangan, mencuci kemaluan, berwudhu, membasuh kaki atau mengguyur tubuh terlebih dahulu, dan tidak mengusapnya dengan kain, handuk, dan sejenisnya.

Ulama menambahkan, bahwa ada penambahan khusus tertentu pada muslimah yang mandi wajib sehabis haidh, yaitu membuka ikatan rambut ketika mandi wajib, tujuannya agar semua daerah di kepala dan sela rambut terkena air. “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku seorang wanita yang sangat baik mengepang rambutku. Lalu apakah aku melepasnya untuk mandi janabah? Beliau menjawab, “Tidak usah, cukuplah bagimu menuangkan air ke kepalamu tiga kali, kemudian basahilah tubuhmu dengan air, maka engkau telah bersuci.” Hadis riwayat Ummu Salamah ini menjadi dasar hal tersebut.

Berikut doa mandi wajib dalam gambar:

Doa_mandi_wajib

Nawaytu al-Qhusla li raf’il hadasil akbari fardhan lillahi ta’ala

Sahabat muslimah, tak ada satupun syariat dari agama yang dibawa oleh Nabi saw, yang tidak membawa manfaat kepada siapa yang melaksanakannya. Mandi wajib bagi wanita adalah tuntunan. Meski kadang sulit dilaksanakan karena cuaca, dingin, malas, atau apa saja, ingatlah, manfaatnya untuk siapa yang melaksanakan syariat ini (baca: bagaimana beriman kepada Allah swt).

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.