Seputar Khitan bagi Wanita

Pengertian Khitan menurut bahasa berarti memotong. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sunnat. Sedangkan khitan dalam pengertian umum adalah memotong kulit yang menutupi kepala dzakar dan memotong sedikit daging yang berada di bagian atas farji (clitoris). Istilah khitan ini diambil dari nama bagian yang dipotong, yang dalam bahasa Arab disebut al-Khatnu.

Dalam Islam, khitan bagian dari syariat seperti penjelasan jumhur ulama. Imam Nawawi berkata, “Yang wajib bagi laki-laki adalah memotong seluruh kulit yang menutupi kepala dzakar sehingga kepala dzakar itu terbuka semua. Sedangkan bagi wanita, maka yang wajib hanyalah memotong sedikit daging yang berada pada bagian atas farji.”

Khitan sebagai syariat adalah warisan dari Nabi Ibrahim as. Bahwasanya Islam sebagai millah (mengikuti) ajaran Ibrahim (QS. an-Nahl: 123). Ketika Hajar dijadikan hadiah oleh Saroh untuk Ibrahim, lalu beliau hamil, sebagai wanita manusia biasa, Hajar cemburu. Hajar lalu bersumpah akan memotong tiga anggota badannya. Nabi Ibrohim as khawatir ia akan memotong hidung dan telinganya, lalu beliau menyuruh Saroh untuk melubangi telinganya dan berkhitan. Jadilah hal ini sebagai sunnah yang berlangsung pada para wanita sesudahnya.

Hal ini lalu dipertegas oleh hadis Nabi saw, “lima hal yang termasuk fitroh yaitu: mencukur bulu kemaluan, khitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.” (HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim)

Bagi masyarakat muslim Indonesia, khitan bagi anak laki-laki adalah sebuah perkara wajar, berbeda dengan khitan bagi muslimah. Khitan bagi wanita jarang dilakukan. Ada beberapa faktor, dan yang paling kuat adalah keengganan karena melihat khitan bagi wanita adalah mengambil bagian sedikit dari kelamin, berbeda dengan laki-laki.

100-24681Perlu disadari bahwa hukum Khitan bagi Wanita adalah wajib dan sunnah sangat penting dan tidak ada pertentangan ulama atas hal itu. Ulama yang berpendapat bahwa khitan adalah wajib berdasarkan beberapa hadis Nabi saw. Sedangkan Ulama yang berpendapat sunnah, alasannya, khitan bagi laki-laki tujuannya membersihkan sisa air kencing yang najis yang terdapat pada tutup kepala dzakar, dan ini terkait dengan kesucian dari najis merupakan syarat sahnya sholat. Sedangkan khitan bagi wanita tujuannya untuk mengecilkan syahwatnya, jadi ia hanya untuk mencari sebuah kesempurnaan dan bukan sebuah kewajiban.

Namun demikian, perbedaan ulama mengenai hukum khitan ini ringan, baik sunnah atau wajib keduanya adalah termasuk syariat yang diperintahkan, kita harus berusaha untuk melaksanakannya.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.