Sedekah Ilmu, Banyak Caranya

Bersedekah merupakan salah satu amalan yang paling baik menurut al-Quran. Bahkan, dalam surat al-Hadiid, surat ke-57, disebutkan bahwa siapa saja yang bersedekah dengan mengharap ridho Allah, insya Allah akan dilipatgandakan rejekinya dan mereka itu orang-orang yang mendapat pahala yang amat besar.

Tak hanya harta saja yang bisa kita sedekahkan untuk orang lain yang membutuhkan. Jika tak ada cukup harta untuk dibagi, ilmu dan tenaga pun bisa menjadi beberapa hal yang bisa kita sumbangkan. Tak perlu dalam ukuran yang sangat besar, tak perlu banyak orang tahu apa yang kita berikan, karena Allah menghargai kebaikan sekecil apapun, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

Berbagi Ilmu Lewat Cerita

Memandangi wajah-wajah cerah para ustadz dan ustadzah yang bersemangat dan menggebu-gebu dalam berdakwah dan menyebarkan kebaikan dan keunggulan Islam membuat hati kecil Zahra semakin menciut. Gadis itu memang selalu ingin ikut berdakwah, namun sifat pemalunya sangat sulit dihadapi. Zahra memang rajin, pandai, dan tahu banyak hal mengenai akidah-akidah serta sejarah kaum Muslimin. Tetapi, begitu berhadapan dengan banyak orang, baik itu anak-anak kecil maupun teman-teman sebayanya, selalu saja rasa malu menghentikan langkahnya, menahan apapun yang ingin dilontarkan dan yang ingin disampaikannya.

Zahra sudah mencoba menjadi guru TPA di masjid dekat rumahnya. Gagal. Mencoba mengisi ceramah di acara di sekolahnya. Gagal. Mencoba berdakwah pada dirinya sendiri di hadapan cermin besar di kamarnya pun gagal ia lakukan. Ya Allah, apa aku tak layak berjihad di jalan-Mu? Batinnya perih mengingat kelemahannya itu.

Suatu hari ketika sedang merenung seperti ini, ada seseorang yang mengetuk pelan pintu kamarnya. “Assalamualaikum Zahra,” kata Ridwan mengucap salam. Abang Zahra yang sedang menuntut ilmu dakwah di pesantren itu memang sesekali pulang ke rumah untuk mengobati rindu terutama pada adiknya yang manis.

“Wa’alaikum salam Bang Ridwan,” jawab Zahra.

“Baru sampai ya? Kapan datang?” lanjutnya.

“Iya. Baru saja. Zahra sedang apa sendirian di kamar begini? Tidak ikut Ummi pengajian rutin pula?” tanya Ridwan.

Zahra mendengus. Bang Ridwan ikhwan yang hampir sempurna, ia rajin, tampan, dan berakhlak mulia pula.

Zahra mengacuhkan pertanyaan abangnya itu dengan balik bertanya apakah ia sudah menjadi akhwat yang baik. Ridwan mengiyakannya.

“Zahra juga ingin ikut berdakwah bang. Seperti bang Ridwan. Tapi kenapa Zahra tak bisa juga?”

Zahra merasa semakin terpuruk saja, sedang Ridwan hanya tersenyum melihat kegudahan hati adik yang sangat disayanginya.

“Lihat itu deh,” jawab Ridwan seraya menunjuk sebuah piala bertuliskan Juara I Lomba Menulis Cerpen, “Kan Zahra kreatif, pandai menulis pula. Mengapa tak coba berdakwah lewat tulisan saja?”

Zahra terkejut mendengar jawaban dari bang Ridwan. Sekarang ia tahu bagaimana cara baginya untuk berbagi ilmu.

Ilustrasi: muhassabahislami.blogspot.com

Ilustrasi: muhassabahislami.blogspot.com

Di jaman yang serba modern seperti sekarang ini, orang semakin dipermudah dalam usahanya menyiarkan kebaikan dan mengingatkan sesamanya. Dakwah pun bisa dilakukan di mana saja dengan menggunakan media apa saja. Tak harus bertatap muka, jika niat kita besar, insya Allah, selalu ada jalan.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.