Rahmah El Yunusiyah Tokoh Pendidikan Indonesia

Indonesia banyak melahirkan tokoh-tokoh wanita yang tangguh. Salah satu yang mengukir sejarah adalah Rahmah El-Yunusiah. Beliau dikenal sebagai wanita yang keras pendiriannya dan pelopor pembaharuan pendidikan Islam.

Rahmah El-Yunusiyah merupakan kebanggaan masyarakat Sumatera, lahir tanggal 20 Desember 1900 di Bukit Surungan, Padang Panjang, Sumatera Barat. Orangtuanya adalah Muhammad Yunus dan Rafiah.

Sejak kecil, Rahmah El-Yunusiah telah dibesarkan oleh keluarga berilmu dan taat beribadah. Ayahnya merupakan ulama terpandang dan pernah menimba ilmu keagamaan di Mekkah selama empat tahun. Kakak sulungnya bernama Zainuddin Labay juga merupakan tokoh pendidik Islam yang fasih menguasai bahasa asing antara lain bahsa Inggris, Belanda dan Arab.

Hampir seluruh hidup Rahmah didedikasikan untuk membangun masyarakat yang memiliki pendidikan dan kualitas hidup yang layak. Dalam mendapatkan pendidikan, Rahmah lebih banyak belajar pada ayah dan kakaknya. Sedangkan ilmu agama dipelajarinya dari gurunya yaitu Haji Abdul Karim Amrullah, Tuanku Mudo Abdul Hamid Hakim, Syeh Mohammad Jamil Jambek dan Syekh Daud Rasyidi, mereka merupakan ulama-ulama dengan ilmu agama yang tinggi.

Membangun Sekolah Adalah Tujuannya

Paradigma masyarakat melayu saat itu adalah wanita tidak perlu disekolahkan karena pada akhirnya pekerjaan utamanya adalah menjadi ibu rumah tangga yang mengurusi suami, anak dan dapur.

Rahmah ingin merombak paradigma tersebut dengan giat belajar dari guru dan kakaknya. Kakaknya Zainuddin Labay merupakan orang yang selalu mendukung dan mengajarkan banyak ilmu termasuk ilmu sastra.

Rahmah berkeinginan kuat untuk mendirikan sekolah khusus kaum wanita. Kakaknyalah yang banyak membantu mewujudkan mimpi tersebut. Awalnya, sekolah Rahmah hanya menumpang di serambi masjid yang diisi oleh sekitar 71 murid. Muridnya sebagian besar adalah ibu-ibu muda. Walau belum memiliki gedung sendiri, Rahmah dan murid-muridnya tetap melaksanakan kegitan belajar mengajar dengan aktif dan penuh semangat.

Rahmah El-Yunusiah tidak pernah merasa cepat puas dengan apa yang telah diperolehnya. Dia tetap berjuang untuk membangun gedung sekolah. Akhirnya perjuangan itu membawa hasil, tanah dari wakaf ibunya digunakan untuk mendiri bangunan sederhana, disitulah gedung sekolah pertamanya.

Banyak cara dilakukan Rahmah untuk menyempurnakan sekolahnya, salah satunya dengan melakukan tour penggalangan dana di Aceh dan Sumatera Utara. Rahmah menghadap petinggi-petinggi bahkan para sultan untuk memperkenalkan visi misi sekolahnya. Dari perjalanan tersebut, Rahmah berhasil mendapatkan dana untuk perbaikan fisik bangunan sekolah serta perbaikan materi kurikulumnya.

Tidak berhenti sampai disitu, Rahmah kemudian berhasil membuka Menjesal School khusus bagi yang tidak bisa membaca dan menulis, taman kanak-kanak dan Junior School. Dirinya juga mendirikan Diniyah School khusus putri.

Rahmah El Yunusiyah Tokoh Pendidikan Indonesia

Dunia pendidikan bukanlah satu-satunya tempat Rahmah mengabdi. Rahmah aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi antara lain Serikat Kaum Ibu Sumatera (SKIS), Taman Bacaan, Anggota Daerah Ibu, Gyu Gun Ko En Kai, Haha No Kai.

Semangat juang seorang Rahmah El-Yunusiyah pantas menjadikannya sebagai pahlawan nasional. Agama dan pendidikan adalah dua hal penting yang harus dimiliki seorang wanita. Mendidik seorang wanita sama dengan mendidik sebuah keluarga, karena wanita adalah guru bagi anak-anaknya kelak.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.