Perjuangan Hidup Anak Solehah

Memiliki putra yang sholeh dan putri yang sholehah bisa jadi merupakan impian setiap orang tua. Banyak yang bisa dilakukan agar anak-anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah, sebagian diantaranya yaitu dengan memberikan pengertian yang baik terutama perihal agama, serta memberi contoh yang baik.

Salah satu cara pemberian contoh yang baik untuk anak adalah dengan menceritakan kisah-kisah yang bisa menginspirasi atau memberi pesan moral yang baik untuk si anak. Namun, terkadang ada pula orang tua yang dianugerahi anak sholehah meski tanpa banyak berusaha. Afnan ini misalnya.

Afnan Sang Merpati Putih

Afnan lahir di keluarga muslim di Saudi Arabia. Pada masa kelahirannya, sang Ibu bercerita, kakeknya yaitu ayah dari sang ibunda bermimpi melihat merpati putih yang cantik jelita sedang terbang mengangkasa diantara burung-burung pipit. Si burung pipit, kata si kakek, adalah anak-anak Ibu Afnan. Dan ya, tentu saja Afnan-lah sang merpati putih. Sang kakek pun melanjutkan dengan tafsir mimpi, bahwa anak perempuan ibu itu akan menjadi anak yang bertaqwa kepada Allah swt.

Benar saja, meski tak ingin meraba-raba kebenaran dari mimpi tersebut, Afnan tumbuh menjadi perempuan yang sholehah sejak kecil. Ibundanya pun sampai terkagum-kagum, melihat putrinya itu sama sekali tak mau mengenakan celana. Dia hanya ingin mengenakan rok panjang saja. Pun Afnan tak suka bergaul yang bisa menjauhkannya dari Allah SWT. Sebaliknya, gadis muda ini lebih suka mengaji, beribadah atas-Nya, dan senantiasa berdakwah di jalan-Nya. Sungguh putri sholehah yang membanggakan.

Namun, kebahagiaan sang Ibu harus kandas setelah mengetahui ada kanker di kaki buah hatinya itu. Afnan memang tak pernah mengeluh berlebihan mengenai sakit di kakinya dan hanya berkata bahwa dirinya tak apa-apa dan hanya sakit sedikit saja. Ketika di rawat di Amerika pun, Afnan terus berdakwah. Berkatnya dokter yang mengurus sakitnya pun diboyongnya masuk Islam. Ketika dalam masa pengobatan pun, ia tak menanggapi saran pamannya untuk memotong pendek rambutnya sebelum rontok.

Ilustrasi sumber: axuxeex.blogspot.com

Ilustrasi sumber: axuxeex.blogspot.com

Meski kaki yang terkena kanker sudah diamputasi, Afnan ternyata tak dapat sembuh. Kanker itu telah menyebar ke paru-parunya. Menjelang ajalnya, ia berkeinginan untuk mencium kedua pipi ibundanya dan menceritakan mimpinya semalam tadi. Dikatanya semua orang masih akan berbahagia kelak ketika ia tiada. Semua, kecuali sang Ibunda. Benar saja, sejak kepergian putrinya yang sholehah itu sang Ibu harus terus berperang melawan kesedihannya. Dan Afnan pun mangkat setelah berucap syahadat.

Tak mudah memang, untuk hidup di jalan Allah swt, untuk selalu beriman pada-Nya. Namun Afnan sudah membuktikan, bahwa apapun yang terjadi, jalan Allah swt tetap merupakan jalan yang terbaik. Afnan telah bertaqwa sejak lahir hingga akhir hayatnya. Tak ada kata terlambat, kita pun masih bisa segera mengikuti jejaknya menjadi anak-anak sholehah demi Allah dan demi kedua orang tua kita.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.