Perilaku Tak Sadar Istri terhadap Suaminya

Setiap pasangan yang sadar, pasti mendambakan keluarga yang dibangunnya dapat harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah. Banyak pakar mengatakan, kalau kuncinya adalah komunikasi. Semakin banyak komunikasi di antara keduanya, maka harmonisasi hubungan akan makin terkendali. Namun ternyata tidak hanya itu, ada beberapa hal perilaku tak sadar istri terhadap suaminya. Perilaku itu, terkadang dilakukan di depan atau di belakang suaminya.

Tulisan ini tidak sebagai menyudutkan kaum wanita dan mengangkat kaum pria, tapi dengan asumsi kesadaran dan fungsi saling menasehati, maka layak menjadi perhatian. Bahwa ketika suami mencintai istrinya, ia akan berusaha membuktikannya dengan memberikan sesuatu sebagai tanda cinta. Tanda cinta tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk perhatian kepada pasangannya, baik perhatian tentang kesehatannya, keadaannya hingga akhlaknya. Tanda cinta tersebut jangalah sekali-kali dirusak oleh perilaku tak sadar istri terhadap suaminya. Apa dan bagaimana perilau tak sadar itu?

Pertama: Istri terkadang sangat suka mengungkit-ungkit apa yang telah dilakukannya. Perhatian wanita terhadap keluarga dan rumah tangga terkadang menjadi beban tersendiri sehingga dianggap sebagai kelebihan dan bukan kewajiban. Karena anggapan kelebihan itulah, istri kemudian menjadi merasa lebih dihadapan suami dan mengumbar apa yang dilakukannya sebagai jasa terhadap suaminya.

Kedua: di luar kesadaran, terkadang istri luput menghadirkan penampilan yang disenangi suaminya seperti masa indah pengantin baru dahulu. Penampilan istri bahkan pada taraf awut-awutan dan tak enak dilihat. Terkadang istri lupa bahwa bahwa salah satu sifat wanita muslimah, apabila suaminya memandang kepadanya dan penampilannya membuat suami senang.

Ketiga: perilaku istri terkadang tak sadar terpengaruh oleh riuh pendapatan sesuap nasi dan sebongkah berlian. Pendapatan suami selalu saja dianggap tidak cukup, dan alat ukurnya adalah kemampuan tetangga, teman dan handaitaulan. Padahal keluarga/ rumah tangga yang mereka bangun sudah menjadi satu kesatuan yang tak terpisah lagi. Keduanya harus bahu membahu membangun keluarga dan taraf hidup sesuai usaha dan doa mereka.

Tiga hal tadi hanyalah sebagian dari perilaku tak sadar istri terhadap suaminya. Masih banyak hal lain, yang dimungkinkan terutama pengaruh gemerlap dunia yang senantiasa mengooda wanita. Bersyukurlah jika suami bisa maklum dan memanfaatkan kasih “rahmah” terhadap istrinya. Tapi sadarlah, bahwa perilaku itu di luar kesadaran kita sebagai wanita, dan itu salah.

Semoga bermanfaat

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.