Perawat Muslimah Pertama Rufaidah al-Aslamiyyah

“Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni)

Islam menyerukan agar umatnya menjadi manusia yang dapat menebar kebaikan dan manfaat bagi sesama. Sebagai hamba yang beriman, menyenangkan diri sendiri bukanlah orientasi utama. Tetapi bagaimana memberikan kontribusi yang nyata pada agama dan umat.

Bila membahas masalah kontribusi, maka kisah wanita yang membantu Rasulullah dalam masa perang ini bisa menjadi contoh seorang muslimah yang bekerja tanpa pamrih untuk menolong saudara-saudaranya.

Perawat Muslimah Pertama di Dunia…

Dialah Rufaidah al-Aslamiyyah seorang perawat yang belajar ilmu kedokteran dari ayahnya. Ayah Rufaidah adalah seorang dokter dan memiliki sebuah klinik. Di klinik itulah Rufaidah membantu ayahnya merawat dan mengobati orang-orang yang terluka.

Rufaidah meminta untuk diikutkan dalam beberapa perang yang dipimpin Rasulullah, salah satunya pada perang Khaibar, Rufaidah bertugas untuk merawat pasukan Islam yang terluka. Beliau mendirikan rumah sakit untuk menampung korban perang dan mengobati mereka. Rufaidah merawat mereka dengan profesional bersama dengan kelompok wanita yang telah dilatihnya.

Ketika pecah perang Khandak, salah satu sahabat Rasul terluka yaitu Saad Bin Muaz, Rasulullah saw pun berkata, “Bawalah dia kepada Rufaidah dan aku akan melawatnya nanti.”

Selain ikut berperan serta dalam peperangan, Rufaidah juga aktif dalam komunitas sosial. Komunitas ini bekerja untuk membantu fakir miskin, anak-anak yatim dan penderita cacat. Semua aktivitas Rufaidah dilakukan secara sukarela tanpa mengharap balasan kecuali pahala dari Allah swt. Anak-anak terlantar diajarkan pendidikan yang bermanfaat, sisi kemanusiaanya benar-benar menonjol.

Dalam sejarah Islam, Rufaidah dikenal sebagai pelopor sekolah keperawatan dan sering memberikan penyuluhan tentang pencegahan penyakit. Nama Rufaidah akan selalu dikenang sebagai perawat islam pertama dan pekerja sosial yang patut diteladani.

Setelah masa Rufaidah lewat, dunia kedokteran islam bermunculan nama-nama baru seperti Ibnu Sinna dan Abu Bakar Ibnu Zakariya Ar-Razi. Metode pengobatan pun mulai berubah menjadi lebih baik. Bahkan ilmu pengobatan islam telah menjadi banyak referensi bagi pengembangan ilmu pengobatan modern.

Rufaidah al-Aslamiyyah

Bagaimana dengan pengobatan di zaman modern sekarang ini? Masih adakah penerus Rufaidah seperti jaman Rasulullah? Selayaknya seorang pekerja medis hendaknya lebih mengutamakan sisi kemanusiaan. Keluhan yang banyak dikeluarkan oleh masyarakat saat ini adalah tingginya biaya pengobatan yang kadang tidak sebanding dengan pelayanan yang didapatkan. Sangat berbeda dengan pengobatan di jaman Rasulullah yang bekerja secara sukarela demi membantu sesama.

Sebagai wanita muslimah, makhluk yang dimuliakan Allah, menolong orang lain tidak harus secara medis. Berkata baik, sopan, menyampaikan kebaikan juga bernilai manfaat. Apalagi bila kita bisa menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk membantu saudara yang membutuhkan. Subhanallah…. semoga Allah membalas kebaikan ukhti sekalian dengan kebaikan yang berlipat-lipat.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.