Pentingnya Rasa Malu bagi Wanita

Seorang pemuda Anshar pernah ditegur oleh Nabi saw, karena pemuda itu menasehati saudara perempuannya, agar saudara perempuannya itu tidak pemalu. Nabi saw, bersanda “Biarkan saudaramu itu pemalu, karena malu itu bagian dari iman.”

Malu adalah sifat penting terutama bagi wanita. Semua hal ada penegurnya, dan penegur wanita adalah malu. Rasa malu itu hal yang memotivasi diri untuk meninggalkan hal-hal yang buruk dan membentengi diri dari kecerobohan dalam memberikan hak kepada yang berhak menerimanya. Oleh banyak ulama, malu bagi wanita adalah hadiah khusus, karena di dalamnya ada sinar keimanan. Malu seperti inilah yang diupayakan dituntut, bukan malu karena watak atau tabiat.

Sifat malu ada dua macam, pertama; malu sebagai sifat asli manusia. Semua manusia secara fitrawi memiliki rasa malu. Dalam kondisi tertentu, semua manusia akan malu jika diolok olok, akan malu jika aibnya kelihatan, akan malu jika merasa hina, dll. Sifat malu itu adalah anugerah yang dikehendaki Allah swt. Siapapun yang masih memiliki rasa malu, maka dia berada dalam kondisi kontrol yang baik.

Kedua, malu dari hasil usaha dengan belajar agama dan norma kemasyarakatan. Semakin rajin seorang muslimah memperlajari agama lalu melaksanakan agama itu sesuai syariat, maka rasa malunya akan semakin besar. Akan terlihat berbeda seorang muslimah yang melaksanakan syariat hasil usahanya dengan muslimah yang hanya ikut-ikutan. Salah satu yang membedakan adalah kadar rasa malu

Pentingnya-rasa-maluTerkadang seorang wanita tidak melakukan hal yang salah, dibolehkan, tapi perbuatan yang dilakukan mengikis rasa malu-nya. Akan sangat berbahaya, jika seorang muslimah dicabut rasa malunya, baik malu karena tabiat atau yang diupayakan, maka dia wanita itu tidak lagi memiliki penegur dalam hatinya dari perbuatan jelek dan maksiat (baca: memahami makna cantik).

Apa yang bisa membuat rasa malu hilang dari diri seorang wanita? Ada tiga hal, pertama: ketika wanita itu tergoda dengan gemerlap duniawi. Sebagai contoh, trend fashoin, film, tidak dilarang, tapi jangan sampai membuat muslimah buta karenanya. Kedua, hilangnya kalimat kenabian, yaitu syariat para nabi sejak dahulu. Ketiga, ketika muslimah malas berbuat kebaikan. Olehnya itu, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan sampai engkau menjadi wanita yang paling mulia di sisi Allah.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.