Pelajaran dari Kisah Su’airah al-Asadiyyah

Kisahnya jarang dirilis dalam kitab sejarah Islam. Para ahli sejarah kebanyakan merumuskan sejarahnya dari hadis Nabi saw. Su’airah al-Asadiyyah, berasal dari keturunan Habsyah (sekarang bernama Ethopia). Dia seorang wanita berkulit hitam. Dalam beberapa naskah hadis, Su’airah al-Asadiyyah juga biasa dipanggil dengan Ummu Zufar.

Dia adalah wanita sahabat Nabi saw yang datang dan berbicara langsung dengan pemimpin orang-orang yang ditimpa musibah dan imam bagi orang-orang yang sabar, Rasulullah saw. Dalam riwayat imam Bukhari, Ibnu Abbas berkata kepada Atha bin Abi Rabiah, “Inginkah engkau aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Abi Rabiah pun menjawab, “Tentu saja.”. ”Wanita berkulit hitam ini (orangnya). Ia telah datang menemui Nabi saw lalu berkata:

“Sesungguhnya aku berpenyakit ayan (epilepsi), yang bila kambuh maka tanpa disadari auratku terbuka. Do’akanlah supaya aku sembuh.” Rasululloh saw bersabda: “Jika engkau kuat bersabar, engkau akan memperoleh surga. Namun jika engkau ingin, aku akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu.”

Maka Su’airah al-Asadiyyah berkata: ”Aku akan bersabar.” Kemudian ia berkata: ”Sesungguhnya aku (bila kambuh maka tanpa disadari auratku) terbuka, maka mintakanlah kepada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Maka Rasul pun mendoakannya. (HR.. Bukhari)

Su’airah al-Asadiyyah tak pernah berhenti memelajari ilmu agama di hadapan Rasul saw. Dalam keadaan ditimpa penyakit, ia tidak putus asa akan rahmat Allah dan bersabar terhadap musibah yang menimpanya. Sebab ia mengetahui itu adalah sesuatu yang diwajibkan oleh Allah. Bahwasanya tak ada suatu musibah apapun yang diberikan kepada seorang mukmin yang sabar kecuali akan menjadi timbangan kebaikan baginya pada hari kiamat nanti.

Saat ditimpa penyakit, Su’airah al-Asadiyyah diberi dua pilihan antara surga dan kesembuhan, maka ia lebih memilih surga yang abadi. Akan tetapi di samping itu, ia meminta kepada Rasululloh saw untuk mendoakan agar auratnya tidak terbuka bila penyakitnya kambuh. Tercermin bagaiaman Su’airah al-Asadiyyah mensejajarkan antara menutup aurat dengan keinginannya mendapatkan surga.

Su’airah al-Asadiyyah mengajarkan, bahwa bagi muslima jalan untuk menuju kemuliaan dan kemenangan hakiki, salah satunya dengan menutup aurat, karena ia adalah mahkota kehormatannya. Dalam permintaannya, Su’airah hanya meminta agar penyakit yang membuatnya kehilangan kesadarannya itu tidak menjadi sebab terbukanya auratnya, padahal dalam keadaan itu pena telah diangkat darinya.

Demikianlah ringkasan kisah Su’airah al-Asadiyyah, wanita yang dipuji Rasulullah saw akan kesabaran dan penjagaan dirinya dari aurat kesuciannya sebagai seorang wanita. Semoga pelajaran ini dapat diwariskan dan menjadi acuan bagi wanita muslimah menuju keridhaan Allah swt.

Semoga bermanfaat

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.