Orang yang Tak Laik Diteladani

Nabi Muhammad dinobatkan sebagai 100 tokoh terbaik sepanjang sejarah karena kemampuannya memberikan keteladanan. Keteladanan memang penting dalam kehidupan. Dalam literatur, pakar dapat menghitung jumlah perintahnya kepada sahabat dan umatnya, karena jumlahnya sama dengan apa yang telah diperbuatnya. Itulah sosok terbaik melakukan terlebih dahulu sebagai teladan lalu menganjurkannya kepada orang lain.

Mencari orang yang layak diteladani sangat mudah, cukup membandingkannya dengan Nabi atau yang dianjurkan oelh beliau sebagai orang yang laik diteladani. Kewajiban kita untuk memilih dan memilah. Mana orang yang bisa dijadikan teladan dan mana yang tidak. Banyak yang bisa diteladani, tapi tak sedikit orang yang tak laik diteladani. Berikut beberapa kriteria orang yang tak laik diteladani.

Pertama; orang yang lupa dengan kebenaran. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. an-Nisa ayat : 142).

Banyak kriteria oran yang lupa dengan kebenaran, misalnya lupa akan al-Quran, hanya tenggelam dalam aktifitas duniawi, lupa berzdikir, dll. Memilih pemimpin yang laik diteladani bisa melihat dari aktifitas kesehariannya, apakah dia tidak lupa kebenaran atau lupa.

Kedua; orang yang tak laik diteladani adalah orang yang senantiasa mengikuti hawa nafsunya. Mengikuti hawa nafsu adalah orang yang tidak menggunakan akalnya dalam bertindak, tidak melihat kebutuhannya tapi hanya bersandar pada keinginannya. Orang yang mengikuti hawa nadsunya adalah yang meninggalkan ajaran Rasul saw.

Ketiga: orang yang tak laik diteladani adalah orang yang menyia-nyiakan waktunya. Yang seperti ini dengan mudah beralasan, masih ada esok hari saat itu dia masih bisa melakukannya. Subuh menjadi siang, dzuhur menjadi asar, dst.

Memahami sifat orang yang tak laik diteladani penting bagi muslimah, karena muslimah adalah istri, ibu atau kelak akan menjadi istri, ibu dalam keluarganya. Muslimah harus menjadi teladan minimal bagi anak-anaknya. Olehnya itu, hindari tiga perilaku orang yang tak laik diteladani di atas.

Semoga bermanfaat.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.