Nutrisi Makanan Agar Otak Menjadi Encer

Otak adalah bagian tubuh yang sangat vital. Bahkan ada pakar yang mengatakan bahwa sumber utama gerak dalam tubuh manusia beraasal dari otak. Buktinya, otak memerlukan 50% dari seluruh kebutuhan energi atau tenaga dalam tubuh. Kurangnya nutrisi otak,seperti multivitamin, asam amino dan mineral sangat mempengaruhi maksimalitas otak dan mengganggu efektifitas otak menjadi encer.

Sebenarnya ada dua cara agar otak menjadi encer, pertama dengan melatihnya dari dalam. Ada beberapa cara untuk ini, diantaranya dengan Yoga dan berzikir kepada Allah sang Maha Pencipta. Kedua, dengan memberikan nutrisi dari makanan yang bisa membuat otak menjadi encer.

Tulisan ini menginformasikan beberapa nutrisi berasal dari makanan yang sangat baik dikonsumsi untuk merawat dan membuat otak menjadi encer

1) Kuning Telur

Kandungan protein dari kuning telur diyakini dapat menambah perkembangan otak dan memori melimpah di kuning telur. Inilah mengapa anak di bawah usia tujuh tahun dianjurkan mengonsumsinya, karena area yang mempengaruhi daya ingat masih berada pada tahap awal perkembangan.

2) Kacang

Kandungan kacang didominasi vitamin E yang bisa membuat otak sehat,sehingga membantu mencegah kehilangan memori akibat penuaan

3) Omega-3

Asam lemak omega-3 akan diolah menjadi DHA. Mengkonsumsi bahan makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 maupun DHA akan melancarkan pengiriman sinyal di otak. Rendahnya tingkat DHA dapat menyebabkan kehilangan memori, kurang konsentrasi atau gangguan suasana hati. Kenari, ikan salmon adalah contoh beberapa bahan makanan yang kaya omega-3.

4) Kacang Mete

Kacang mete kaya magnesium yang memungkinkan produksi oksigen ke sel otak meningkat.

Sebagian pakar nutrisi menambahkan kopi juga sebagai nutrisi yang dapat memaksimalkan fungsi otak agar menjadi encer, tapi penulis kurang yakin akan hal itu. Semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua. Amin ya Rabbal Alamin

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.