Nusaibah Binti Ka’ab; Sahabat Rasul saw yang Tangguh

Setiap orang pasti ingin memiliki seorang sahabat yang selalu ada menemani di saat suka maupun duka. Seorang sahabat yang selalu ada mendukung untuk berbuat kebaikan dan mengingatkan diri ini ketika sedang khilaf melakukan kesalahan. Bukankah itu fungsi sahabat?

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi persaudaraan dan tali silaturahmi. Kaidah dalam Islam yaitu setiap muslim diperintahkan untuk saling berbuat baik kepada sesamanya, seperti sebuah hadis dari Abu Hurairah yang berbunyi:

“Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang membantu seorang muslin (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat”

Sejatinya, seluruh kaum muslim adalah saudara, sahabat yang senantiasa diperintahkan untuk saling tolong menolong untuk kebaikan bukan malah sebaliknya. Di jaman Rasulullah saw, beliau memiliki banyak sahabat yang selalu membantu menegakkan agama Allah walaupun nyawa taruhannya. Salah satu dari sekian banyak sahabat Rasulullah, terdapat seorang wanita tangguh bernama Nusaibah Binti Ka’ab Al-Anshariyah. Ummu Imarah adalah panggilan dari Nusaibah. Ia merupakan sahabat yang sangat mencintai Rasulullah dan membuktikan keimanannya pada Allah dengan membantu Rasulullah berjuang di medan perang.

Nusaibah Sahabat Pelindung Rasulullah

Bukti kecintaan Nusaibah pada Rasulullah adalah dengan ikut berperan serta dalam medan perang. Dalam peperangan, Nusaibah tidak sendirian. Ia bersama suaminya Ghaziah Bin Amru beserta kedua anaknya Abdullah dan Hubaib mempertaruhkan jiwa dan raga demi tegaknya Islam. Beberapa perang yang diikutinya adalah Perang Uhud, Perang Khaibar, Perang Hunain dan Perang Yamamah. Dalam Perang Uhud, Nusaibah bertugas untuk membawa makanan dan minuman kepada syuhada yang berperang dan merawat mereka yang terluka. Tetapi, ketika melihat Rasulullah dalam bahaya, Nusaibah ikut turun melindungi Rasulullah. Dengan pedang di tangannya, ia menjadi perisai dan tidak gentar mengayunkan pedang ke arah musuh yang mencoba melukai Rasulullah.

Dalam Perang Yamamah, Nusaibah mendapat banyak luka di seluruh tubuhnya sampai lengannya terpenggal. Tetapi, rasa sakit itu tidak membuatnya gentar. Baginya masti syahid di jalan Allah adalah suatu kebanggaan dan kemuliaan.

Kisah Musimah

Nusaibah sudah membuktikan bahwa dirinya adalah sahabat Rasulullah saw yang sabar dan berani. Sikap beliau ini patutlah kita teladani sebagai seorang hamba yang mencintai Allah dan rasulnya. Dalam pergaulan sehati-hari, persahabatan yang hakiki sesuai dengan sosok Nusaibah adalah:

  1. Saling membantu dalam kebaikan;
  2. Bantuan kepada sesama muslim tidak hanya dalam bentuk harta, yang terpenting adalah sama-sama ikut berusaha memberikan waktu dan tenaga;
  3. Membantu dengan ikhlas, sabar dan tidak mengeluh walaupun harus ikut merasakan kesusahan sahabat;
  4. Selalu mendoakan sahabat dan ikut senang bila sahabat mendapatkan kebahagiaan.
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.