Muslimah Tapi Tak Pandai Memasak, Ini Solusinya!

Wajibkah muslimah pandai memasak? Sebenarnya melihat hal ini tidak dari sisi hukum, tapi dari sisi etika. Bukan persoalan wajib, sunnah atau haram, tapi muslimah yang pandai memasak adalah modal utama. Bayangkan setelah berkeluarga kelak, hidup bersama suami tercinta, lalu sebagai isteri kamu tak pandai memasak. Apa kata duniaaaaa…

“Kan bisa makan di luar” Ups jangan biasakan jajan di luar, karena selain tidak baik buat kesehatan. Jajan di luar memiliki sisi negatif terutama mempengaruhi budget. Dan yang paling utama adalah, kenikmatan makan bukan pada makanan loh tapi pada keberkahannya. Nah, kira kira lebih berkah mana, masakan isteri atau masakan di luar sana?

Muslimah pandai memasak adalah keniscayaan untuk mengantisipasi salah satu tugas utama wanita setelah menikah adalah memasakkan atau menyajikan makanan untuk keluarganya. Kita tidak ingin menjadi ibu, menjadi isteri tapi masak nasi saja gosong. Terus???

“Tapi aku tak pandai masak!”

Jika seorang muslimah tapi tak pandai memasak, mari kita bersama belajar mengatasi masalah itu. Ada beberapa step untuk kita ketahui dan laksanakan. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar suami bisa segera menikmati masakan kamu, sekarang atau kelak.

Pertama, kuatkan niat sebagai ibadah. Ini penting. Dulu kita jarang masak. Semua tinggal makan, tak pernah belajar, tak pernah mencoba, kenapa? Karena kita tak pernah ada niat untuk itu. Kita bahkan tak ada niat untuk mencoba memasak. Nah sekarang, ubah hal itu, tekadkan niat yang kuat. “saya ingin memasak”.

Pandai memasak, pandai mengasuh keluarga adalah jihad lho. Bukankah Rasulullah saw bersabda bahwa jihad seorang wanita adalah di rumahnya? Mengurus rumah tangga, termasuk mengasuh anak dan memasak adalah ladang jihad bagi wanita. Semua tidak akan sia-sia bila dilakukan dengan ikhlas.

(baca: kisah muslimah dalam memilih suami)

Kedua, tinggalkan prinsip instan dan buang rasa malas. Apa yang membuat kita hari ini tidak bisa memasak? Tiada lain karena rasa malas yang membentuk kita. Dulu mau makan tinggal beli. Cari makanan di dapur masakan ibu. Bahkan kadang rasa malaslah yang membuat kita kena penyakit maag karena malas makan. Buang semua itu, mari menuju dunia proporsional dalam keluaraga.

Awalnya mungkin sulit. Piring mau dicuci, panci kotor, periuk kurang besar. Macam-macamlah. Melelahkan, memang. Tapi begitulah tugas ibu rumah tangga. Namun, kelelahan itu akan segera berganti kebanggaan dan kebahagiaan, tatkala seorang ibu melihat suami dan anak-anaknya menyantap masakannya dengan lahap.

tak pandai memasakKetiga, jangan bosan mencoba. Teruslah berlatih. Lihat muslimah sahabat kita yang lain. Mereka bisa masak karena sejak kecil melatih diri, belajar bersama orang tua mereka. Kita mungkin telat, tapi jangan ragu untuk memulai sekarang.

Hari ini mungkin gosong, besok gosongnya sedikit, lusa pasti bisa. Demikian juga masakan lain, seperti sayur, ikan dan lainnya. Saat berlatih, kan kita bisa bertanya ke yang lain. Buka tulisan tentang masakan. Coba dan terus mencoba.

Muslimah memasakKeempat, ini spesial bagi yang sudah berkeluarga yah. Biasakan masak bersama. Tidak menutup kemungkinan, suami lebih punya pengalaman memasak dibanding isterinya. Kita bisa berbagi kebahagiaan dengan mengajaknya, meminta suami mengajar kamu memasak. Kenapa tidak? Justeru dari situ kebahagiaan baru akan muncul. Masak bersama, dan makan bersama.

“Suamiku juga tidak tahu memasak”. Tidak apa apa. Belajar bersama dalam ketidaktahuan. Di awal mungkin akan ada gelak tawa bersama karena merasakan nasi gosong hasil tak tahu memasak bersama suami. Ayik kan?

Saya kira empat hal ini akan menjadi solusi muslimah tapi tak pandai memasak. Coba dan teruslah mencoba…

Tags:
author

Author: 

Seorang muslimah yang bercita-cita menjadi shalehah. Berusaha dan terus berusaha