Muslimah Mengeluh dan Merasa Sempit ? Jangan !

Terlahir sebagai wanita untuk menjadi motivasi dan pengatur urusan rumah tangga, wanita tentu harus dibekali dengan skill manajemen yang baik. Tak hanya itu, seorang muslimah harus punya karakter, rasa memiliki dan tanggungjawab sebagai ibu rumah tangga atas segala yang masuk dan keluar dari urusan rumahnya.

Tanggungjawab yang tidak mudah. Akhirnya, sebagian muslimah ada yang mengeluh dan merasa sempit akan kehidupan yang dialaminya dan terkadang tidak bisa menerima penghasilan suaminya. Ia ingin hidup seperti mereka yang dilihat lebih dari apa yang didapatkan hari ini.

Perlu diketahui, bahwa Tuhan Maha Adil, menciptakan segala sesuatu dengan adil. Ada kebahagiaan, kaya, dll. Ada pula sebaliknya. Namun semua itu ternyata tergantung bagaimana kita memandang dan menilainya. Bahagia dalam pandangan kita, belum tentu bahagia bagi yang mengalami.

Terkadang kita melihat wanita dengan suami sempurna dalam pandangan kita. Mengendarai mobil, memiliki anak yang cantik dan cerdas, lalu kita mengklaimnya wanita itu lebih bahagia dari kita. Itu belum tentu. Kebahagiaan yang dimiliknya adalah juga bagaimana dia memandang dan menilai dari apa yang dialami.

Kebahagiaan bukan hanya terletak pada harta semata, dan mengeluh dan merasa sempit bukan pada kurangnya harta. Berapa banyak wanita yang memiliki suami kaya hartanya namun bakhil perasaan dan cintanya. Sementara yang lain memiliki suami yang fakir hartanya namun kaya perasaannya dan cinta kepada istri dan rumahnya.

Hanya ada dua manusia yang tidak memiliki harapan, yang wafat dan gila. Manusia yang ditakdirkan memiliki harapan maka pasti tak bisa lepas dari masalah, karena masalah adalah harapan yang berbeda dengan kenyataan. Muslimah yang mengeluh dan merasa sempit adalah dia yang menetapkan harapan jauh dari kemampuan dan usahanya. Sampai kemudian mengatakan “saya tidak bahagia.”

Kita mudah lupa bahwa Allah tidaklah menciptakan manusia sama rata. Allah menciptakan orang kulit putih dan orang kulit hitam, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dan orang lemah, sebagai suatu yang berpasangan dan sebagai ujian. Lahirnya sifat mengeluh dan merasa sempit, karena kesalahan menilai dan menempatkan diri selalu “sial.”

“Lihatlah orang yang dibawahmu dan jangan lihat orang yang diatasmu, hal itu lebih baik sehingga engkau tidak menyepelekan nikmat Allah.” Sabda Nabi saw yang diriwayatkan oleh Muslim.

Hadis ini mengajarkan kepada kita semua, muslim dan muslimah agar setiap penilaian kita diukur dengan sesuatu yang berada di bawah kita. Dengan begitu mengeluh dan merasa sempit akan jauh dengan sendirinya.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.