Menyambut Mesra Suami Saat Pulang Kerja, Why Not?

Dari keseluruhan pasangan yang menyeleweng, umumnya dari laki-laki. Yah, kebanyakan suami lah yang berkhianat terhadap pasangannya. Saya tidak mengatakan, istri tidak ada yang menyeleweng, kebanyakan laki-laki atau suami, adalah faktanya.

Sebagai seorang muslimah sejati, istri teladan di rumah, tak bijak jika menyalahkan dan menyudutkan total terhadap laki-laki. Ada baiknya, penyelewengan laki-laki diantisipasi sedini mungkin, dan salah satu caranya adalah dengan menyambut mesra suami saat pulang kerja.

Banyak wanita lupa dan melakukan perilaku tak sadar terhadap suaminya, bahwa hal kecil bisa menjadi besar terutama yang berhubungan dengan pasangan. Menyapa, sms, makan bersama, salam, cium tangan, dan hal kecil lainnya, mungkin dianggap sepele, tapi hal itulah yang sebenarnya bisa membuat suami selalu ingat istri di rumah.

Perlu diketahui, bahwa godaan suami di luar rumah tidak sedikit, ditambah dengan jalanan macet dan panas luar biasa, kondisi pekerjaan dan bisnis yang selalu memunculkan tantangan-tantangan baru, dan godaan lain yang rentan membuat suami mudah goyah.

Setiap godaan membutuhkan obat mujarab, karenanya saat pulang biasanya menjadi momentum yang dirindukan, bayangan anak istri menyambut hangat sudah menghilangkan separuh penat yang tercipta seharian.

Mari mengambil inspirasi dari sebuah kisah islami yang menggugah dari Syaikh Muhammad Utsman al-Khusyt dalam al-Masyakil z-Zaujiyah wa Hululuha. Rasulullah menceritakan tentang sosok istri seorang pencari kayu bakar yang menjadi ahli surga, karena perlakuannya terhadap suaminya. Ketika ditanyakan apa yang telah dia lakukan, wanita itu berkata :

“Apabila suamiku pergi mencari kayu bakar aku merasakan betapa beratnya ia mencari nafkah. Aku merasakan betapa ia haus di pegunungan. Untuk itulah setiap ia pulang, aku selalu menyediakan air dingin yang langsung diminumnya begitu ia pulang. Aku menyusun dan mengatur rumah serapi mungkin. Aku menyediakan makan untuknya. Aku memakai pakaian terbaik yang aku miliki untuk menyambut kedatangannya. Saat masuk rumah, aku menciumnya penuh kerinduan. Aku serahkan jiwa ragaku untuknya.Aku menyiapkan jika ia ingin beristirahat dan aku selalu berada di dekatnya, sehingga setiap saat jika ia menginginkanku aku ada disampingnya.”

Ilustrasi

Ilustrasi

Mungkin bagi sahabat muslimah, itu terlalu berat, karena tidak bisa dipungkiri tugas wanita memang berat, maka dari itu cukup ambil sebagian saja, dan berusaha untuk keseluruhannya, misalnya dengan menyambut mesra suami saat pulang kerja. Sambut suami dengan senyum, bukan dengan daster peyot dan muka cemberut.

Jangan abaikan hal kecil. Menyambut mesra suami saat pulang kerja, mungkin anda anggap sederhana, tapi memberikan kesan mendalam terutama sebagai antisipasi godaan terhadap suami.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.