Menjadi Istri Kesayangan Suami Seperti Aisyah ra

Menjadi istri yang dicintai dan disayangi suami adalah impian setiap wanita yang sudah mantap melangkahkan kakinya ke gerbang pernikahan. Islam dengan segala kesempurnaannya telah mengajarkan pada umat muslim terutama kaum wanita tentang kedudukan wanita sebagai seorang istri di mata suaminya. Dalam ayat Al-quran perkara tentang istri telah dijelaskan:

“Wanita (isteri) soleha adalah yang taat memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka” (Surah An-Nisa:34)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, dst…” (QS. An-Nur:31)

Bagaimana Menjadi Istri Soleha?

Untuk menjadi istri soleha, wanita muslimah bisa meneladani sikap istri-istri Rasulullah saw Salah satu istri rasul yang bisa dijadikan contoh adalah Aisyah ra Keanggunan, kecerdasan dan kepatuhan Aisyah pada Allah dan suaminya Muhammad saw menjadikannyanya sebagai istri kesayangan rasul saw yang mengukir sejarah.

Aisyah dinikahi rasululullah dua tahun setelah Khadijah ra wafat. Saat-saat Khadijah telah tiada, rasul mengalami kesedihan yang mendalam. Kemudian datanglah Abu Bakar dan istrinya yang ingin menikahkan putri mereka kepada Rasulullah saw Rasululullah menikahi Aisyah setelah beliau menetap di Madinah dengan mas kawin 500 dirham.

Menjadi istri kecintaan Rasulullah, Aisyah tidak hanya memiliki paras yang cantik hingga ia dipanggil dengan sebutan “Humaira” yang artinya wahai pipi yang kemerah-merahan tetapi kedudukan Aisyah sangat terhormat. Aisyah membuktikan rasa cintanya dengan taat dan patuh kepada perintah Allah dan suaminya. Aisyah tetap mengikuti rasul mengemban misi dakwahnya tanpa merisaukan masalah duniawi.

Tidak hanya sebagai istri yang soleha, Aisyah juga merupakan wanita yang cerdas. Setiap permasalahan langsung ditanyakan kepada rasulullah dan setiap jawaban akan langsung dicatat, Aisyah juga memiliki ingatan yang sangat kuat. Itulas salah satu alasan mengapa Aisyah memiliki ilmu yang luas. Jika para sahabat nabi memiliki perkara yang tidak dipahami, mereka akan bertanya kepada Aisyah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Dengan Aisyah Rasulullah saw dapat bermanja dan bercanda bersama. Aisyah sangat mengetahui kebutuhan suaminya, ia merawat, memuja dan memperhatikan rasul. Inilah yang membuat rasul tetap tenang dan tegar dalam melaksanakan misinya.

Hingga rasul sakit hingga akhirnya wafat, Aisyahlah yang dengan sabar menemaninya. Rasulullah pun wafat di pangkuan istri tercintanya.

Pelajaran dari Kepribadian Aisyah

Wahai para istri, apa yang dapat dipetik dari sosok Aisyah ra ini, berikut tauladan yang bisa kita ambil hikmahnya:

  • Jadilah istri yang selalu bisa menyenangkan dan menyejukkan hati suami;
  • Jadilah istri yang cerdas, bisa diandalkan oleh suami dan bermanfaat bagi orang banyak;
  • Jadilah istri yang bisa menjaga diri, kehormatan dan nama baik suami.
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.