Mengenakan Jilbab Tapi Berpakaian Ketat

Perkembangan dunia islam dan juga budaya non-islam tidak bisa dipungkiri telah bercampur di ranah tanah air. Kita tidak bisa mengelak bahwa kenyataannya, cara berpakaian dan gaya fashion modern ternyata telah mempengaruhi perkembangan cara berpakaian para remaja kita, khususnya kita yang mengaku sebagai wanita.

Ya, sebagai muslimah seperti yang kita ketahui bahwa kita telah dianjurkan untuk mengenakan tudung kepala, atau yang disebut jilbab. Semua ini semata-mata adalah karena islam memuliakan dan menjaga wanita sehingga kita tetap bisa aman kemanapun kita bepergian.

Rasanya, tidak perlulah menuding seorang muslimah yang malu mengenakan kerudung atau jilbab saat ini. Bagaimana jika kita memulai dari diri kita sendiri? Memang benar bahwa kita telah mengenakan jilbab sebagai salah satu cara menjalankan anjuran islam, tapi bagaimana dengan cara berpakaian kita. Apakah diri kita sudah lebih baik dari mereka?

Seperti yang kita ketahui, kita telah dianjurkan untuk mampu menghargai dan menjaga lekuk tubuh yang diberikan kepada kita. Tetap saja wanita selalu menjadi makhluk yang indah meskipun kadang merasa bahwa diri kita tidak secantik yang lain. Bicara mengenai lekuk tubuh, kita tidak boleh memperlihatkannya meskipun baju kita sudah tertutup. Lalu bagaimana dengan mengenakan celana ketat dan juga kerudung yang tidak sampai menutupi dada?

Tetap saja, kita masih memiliki kesalahan berpakaian. Seperti yang telah disyariatkan oleh Islam bahwa wanita tidak boleh berpakaian ala lelaki yakni mengenakan celana atau berpakaian minim seperti lelaki yang auratnya memang tidak seluruh tubuh seperti kita. Mengenakan Jilbab tapi berpakaian ketat hingga muncul lekuk tubuh meskipun tertutup tetap saja masih belum bisa memberikan perlindungan dan penghargaan terhadap diri sendiri. Tetap saja kita masih digoda dan menimbulkan kemudharatan yang sangat mudah muncul. Cobalah saat kita berada di tempat umum, gunakan jaket atau baju yang lebih panjang yang meskipun tidak gamis tapi setidaknya tidak memperlihatkan lekuk tubuh kita.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kesimpulannya, bahwa jilbab memang dapat membuat kita lebih mudah malu dan selalu mengingatkan kita ketika kita hendak berbuat kesalahan. Kita menjadi mudah malu terhadap orang lain, diri sendiri dan juga jilbab kita. Namun, tetap saja kita tidak bisa menjaga diri secara maksimal jika kita masih memperlihatkan lekuk tubuh yang menjadi aurat dan sumber kemudharatan yang lebih muncul.

Maka dari itu, cintailah diri kita sendiri dan tidak mudah men-judge bahwa jilbab yang kita kenakan adalah tanda bahwa kita sudah lebih baik dari mereka yang tidak berjilbab. Memang iya secara niat kita telah memilikinya lebih dulu, tapi masih kurang efisien karena kita masih setengah-setengah dalam menjaga diri dan melindungi apa yang perlu kita tutupi.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.