Mengajarkan Perilaku Sopan pada Anak

Senantiasa berperilaku sopan merupakan salah satu ciri anak yang baik. Menurut Robin Thompson, pendiri dari etiquette-network.com dan the Robin Thompson Charm School di Pekin, Illinois, berperilaku sopan merupakan suatu cara hidup dan bukan sesuatu yang ditarik keluar dari dalam diri seseorang saat ia menghadiri acara pernikahan atau ketika ia berada di restoran yang mewah. Ia melanjutkan dengan menyebutkan pentingnya memulai sejak dini agar sopan santun menjadi hal yang dilakukan secara otomatis oleh anak baik di dalam maupun di luar rumah.

Menjadi Contoh yang Baik Untuk Anak

Anak-anak usia dini belajar dengan sistem observasi atau pengamatan dan sistem imitasi. Mereka cenderung belajar dengan cara melihat bagaimana perilaku orang lain. Oleh karena itu, jika ibu muslimah ingin si kecil untuk selalu bersikap sopan dan santun, maka ibu muslimah harus menjadi pribadi yang penuh sopan santun. Anak akan meniru. Begitu saja. Mudah dan sederhana bukan? Namun, terkadang orang tua tidak terlalu memperhatikan hal ini, dan hanya menyuruh-nyuruh dan menasehati anak saja. Ibu muslimah yang baik, bercerminlah sebelum melakukan sesuatu. Apa sikap anda sudah baik? Atau belum? Jika belum, maka perbaikilah.

Beri Pengertian Dan Biasakan

Pernah mendengar ungkapan bahwa kebiasaan akan menjadi karakter, dan karaktermu akan menjadi nasibmu? Ya. Ungkapan ini merupakan cuplikan dari salah satu quotes yang sangat terkenal yang diungkapkan oleh Lao Tzu. Memang benar, kebiasaan akan menjadi karakter seseorang. Maka dari itu, biasakan anak untuk berperilaku sopan. Suatu pembelajaran yang baik tentang sikap sopan santun, selain dengan memberi contoh juga dilakukan dengan cara membiasakan anak untuk senantiasa bersikap sopan.

Perilaku sopan anak

Kesopanan itu sendiri sangat luas maknanya, mulai dari sopan ketika makan, sopan dalam berbicara dan berpenampilan, hingga sopan terhadap orang yang lebih tua. Beri pengertian pada anak mengenai pentingnya makan dengan tenang, senantiasa mengucap salam, menunduk jika melewati orang yang lebih tua, tidak membantah, dan sebagainya. Ajarkan semua itu secara perlahan sembari senantiasa memberi contoh yang baik.

Penting untuk diingat, para ibu muslimah yang budiman, bahwa jika suatu ketika anak mulai bersikap kurang atau tidak sopan, jangan sekonyong-konyong langsung memarahinya. Bisa jadi anak anda hanya belum tahu atau lupa bahwa apa yang dilakukannya merupakan perbuatan yang tidak atau kurang sopan. Maka dari itu, pelan-pelan dan dengan penuh kesabaran, beri pengertian pada anak mengenai sikap yang benar.

Salah satu poin kesopanan yang sering terlupakan terdapat pada ucapan maaf dan terima kasih. Dua kata ini juga perlu dibiasakan untuk dikatakan setiap kali buah hati melakukan kesalahan atau menerima sesuatu dari orang lain. Pelajaran sopan santun bisa dimulai dari hal sekecil dan se-sepele itu.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.