Malaikat Kecilku pun Seorang Manusia

Bagi seorang ibu, anak merupakan harta yang paling berharga melebihi harta apapun juga di dunia ini. Terlebih anak yang sholeh dan sholehah. Tentu menjadi harta berharta yang bisa membawanya naik ke atas Surga nan mulia. Malaikat kecil, begitu sering kali para ibu memanggil putra-putrinya yang begitu manis dan masih suci, bak malaikat yang tak memiliki dosa suatu apa. Namun, sebaik-baiknya akhlak seorang anak, yang sholeh maupun yang sholehah, tetap saja mereka adalah manusia, makhluk ciptaan Allah swt.

Kisah mengenai Kesabaran dan Keikhlasan

Ummi Salamah, hidup bertiga dengan seorang putri berusia 5 tahun dan seorang putra berusia 3 tahun, ketika ditinggal pergi oleh sang suami untuk selamanya. Suaminya memang hanya tukang becak saja, namun dengan ketidakhadirannya, Ummi Salamah semakin kewalahan dalam mencari nafkah untuk anak-anaknya. Beruntung, meski masih berada di masa-masa manja, kedua anaknya tak banyak menuntut dan bahkan sering kali membesarkan hati ibundanya itu agar terus berikhtiar dan berdoa meminta pertolongan dari Allah swt, Tuhan semesta alam.

Jannah terutama, selalu mengingatkan ibunya untuk beribadah, tak hanya ibadah wajib namun juga ibadah sunnah seperti sholat malam dan puasa, agar selalu berada dekat dengan Sang Pencipta. Jannah pun selalu sabar mengurus adiknya yang masih kecil selama ibunya bekerja menjadi buruh cuci dan tukang jahit.

Setiap kali putranya bertanya apakah Tuhan tidak menyayangi mereka, Ummi Salamah merasakan sakit di dadanya, miris akan keadaan mereka dan tak mampu berkata-kata. Disaat seperti ini pun Jannah menjelaskan dengan lembut, bahwa Allah tidak akan meninggalkan umatnya, dan Allah juga tak akan

Ikhlas Ummi, yang sabar. Allah bersama hambanya yang sabar dan bertawakal. Kalimat-kalimat seperti ini terucap dari mulut seorang balita, sungguh, Ummi Salamah sangat bersyukur dirinya dikaruniai putri yang sholehah seperti Jannah.

Suatu ketika, tiba-tiba suhu tubuh Jannah meninggi. Demam adalah penyakit mematikan bagi mereka yang tidak memiliki biaya untuk berobat ke rumah sakit. Jannah tahu betul akan hal itu, maka ia meminta untuk dirawat di rumah saja.

Malaikat kecilku… Berjuanglah. Berdoa pada Yang maha Kuasa. Mintalah kesembuhan. Bisik ibunya. Dengan suara sangat pelan Jannah berusaha menjawab perkataan ibundanya. Ummi, Jannah manusia, bukan malaikat. Sekarang Jannah mau menyusul Ayah bertemu Allah. Ummi jangan lupa terus beribadah dan berusaha ya. Jannah ingin ketemu Ummi lagi nanti di Surga. Ummi, ikhlas. Yang sabar. Ya?

Tak kuasa menahan kesedihan, Ummi Salamah memeluk erat tubuh putrinya yang kini tak lagi bernyawa. Malaikat kecilku, ternyata juga seorang manusia. Batinnya.

Malaikat Kecil, Muslimah Indonesia

Sudah menjadi hak anak untuk selalu diperhatikan dan dimanjakan oleh kedua orang tuanya, serta dididik supaya menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Namun, tak ada salahnya untuk melihat dari sisi yang lain. Anak pun, bisa menjadi cahaya bagi orang tuanya, bisa menjadi orang yang senantiasa mengingatkan ibadahnya, memperbesar keimanannya, mendoakan keselamatannya. Itulah, anak-anak sholeh sholehah.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.