Makan Bersama Keluarga, Ternyata Membuat Suami Betah

Saya pernah mendapatkan keluarga muslimah di kota Ternate, Maluku sana. Suaminya adalah seorang anggota DPRD. Yang paling unik adalah suaminya tidak pernah dan tidak mau makan di luar rumah. Bahkan, tiap ada acara yang menyediakan makanan, sebisa mungkin dibawa pulang dan disantap bersama keluarganya.

Suatu hari saya menanyakan hal itu kepada istrinya yang merupakan teman saya. Istrinya tersenyum dan berkata, saya tidak melakukan apa-apa, hanya membiasakan makan bersama keluarga.

Lama saya termenung memikirkan hal ini. Begitu ampuhkah keharmonisan makan bersama keluarga, suami dan anak-anaknya terhadap sikap suami? Sampai kemudian saya mencoba merumuskan hal itu dalam artikel ini.

“Sebenarnya, menumbuhkan sebuah keharmonisan dalam sebuah keluarga sebenarnya tidaklah sulit, cukup dengan melakukan makan bersama keluarga pada satu meja sudah memberikan keharmonisan”, demikian sebuah ungkapan sederhana ustad di masjid samping rumah.

Jika ingin diteliti lebih jauh, kurangnya waktu dan bersama keluarga memang sangat terasa terutama orang yang tinggal di kota-kota besar. Dengan makan bersama keluarga, tentu dari sisi psikologis anak akan merasa senang dengan kegiatan seperti ini. Sebuah perhatian dan kasih sayang akan dirasakan dari sang anak.

Lalu bagaiman dengan suami? Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa keluarga yang makan bersama-sama memiliki nutrisi yang lebih baik secara keseluruhan, karena dengan makan bersama akan dapat meningkatnya komunikasi terutama terhadap suami. Makan bersama sambil berkomunikasi ternyata mengukir bingkai rasa baru terhadap pasangan, dan inilah yang membuat hati suami akan merasa lengket.

Dari makan bersama, suami akan mengetahui kerja istrinya di rumah. Semakin harmonis suasana makan bersama, maka kesalahan kecil dan besar dari istri jikalau ada, akan mudah dilupakan suami.

Selain itu, makan bersama keluarga, akan membuat suami sadar bahwa tugas istri menyediakan makanan di meja makan, dan suami tinggal menyantap, akan menumbuhkan kesadaran dalam diri suami bahwa isrti juga layak dihormati lebih. Istri yang taat pada suami, itu tidak mudah, dan bukti pelayanan yang tergambar dari makan bersama terlihat jelas. Artinya penghormatan istri terhadap suami harus berbanding lurus.

Semoga bermanfaat

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.