Mahram Itu Apa Sih? Yuk Mengenal Mahram Wanita Muslimah

Suatu hari saya ke pesta bersama sepupu saya yang juga seorang muslimah yang setahu saya sangat taat. Sampai di pesta, teman saya ingin berjabat dengan dia, namun dengan halus sepupu saya berkata, “Maaf, anda bukan mahram saya.” Teman saya akhirnya bingung, mungkin malu atau bertanya-tanya, mahram itu apa sih?

Cerita ini mungkin sering kita alami. Sering kita lihat, atau sering kita dengar. Yang menjadi pertanyaan besar, “mahram itu apa sih, dan siapa saja yang disebut sebagai mahram wanita muslimah?”.

Definisi mahram adalah semua orang yang tidak boleh dinikahi selama-lamanya, menurut syariat agama. Mahram disebabkan karena hubungan darah/ keluarga/ keturunan/ nasab, persusuan dan karena pernikahan. Seperti contoh cerita di tadi, maka jelas bahwa mahram sangat erat kaitannya dengan hubungan sosial. Muslim dan muslimah harus tahu mahram itu siapa, agar tidak mudah menciptakan ketersinggungan saat penolakan seperti cerita tadi terjadi.

Mahram bagi wanita A, berarti wanita A itu tidak boleh menikah dengan mahram tadi. Mahram juga akan terkait dengan batal tidaknya wudhu jika bersentuhan dengan mahram atau yang bukan mahram. Termasuk terkait dengan masalah aurat. (baca: aurat wanita di hadapan suami dan sesama wanita)

Seorang yang haram dinikahi karena keturunan/ hubungan darah/ keluarga/ nasab, yaitu 1) Ayah ke atas, termasuk kakek, baik kakek dari bapak maupun dari ibu, kecuali bapak angkat. 2) Anak laki-laki kebawah, termasuk cucu, baik cucu dari anak laki-laki maupun anak perempuan dan keturunan mereka, kecuali anak angkat. 3) Saudara laki-laki, baik saudara laki-laki kandung maupun saudara sebapak ataupun seibu saja. Tidak termasuk saudara laki-laki tiri. 4) Keponakan, baik keponakan dari saudara laki-laki maupun perempuan dan anak keturunan mereka. 5) Paman, baik paman dari bapak ataupun paman dari ibu.

Ilustrasi

Ilustrasi

Adapun yang haram dinikahi karena persusuan, yaitu 1) Bapak persusuan, maksudnya seorang anak yang pernah menyus* kepada ibu, maka suami dari ibu itu adalah bapak persusuan, karena dianggap sebagai paman. 2)Anak laki-laki sepersusuan, termasuk cucu baik laki-laki maupun perempuan. 3) Saudara laki-laki sepersusuan. 4) Keponakan persusuan (anak saudara persusuan). 5) Paman persusuan (saudara laki-laki bapak atau ibu susu). (baca: hukum muslimah menyusui di depan mahram)

Mengenai syarat persusuan yaitu terjadinya proses penyusuan selama lima kali, dan penyusuan terjadi selama masa bayi menyusui yaitu dua tahun sejak kelahirannya.

Sedangkan yang haram dinikahi karena pernikahan adalah 1) Wanita yang menjadi ibu tiri terhadap anak suaminya, 2) Menantu perempuan, yaitu bapak suaminya (bapak mertua), sedangkan bagi ibu istri (ibu mertua) adalah suami putrinya (menantu laki-laki).

Nah, mudah bukan? Dengan mamahami mahram dan siapa saja mahram itu, maka baik muslim dan muslimah, tak akan bingung lagi jika berhadapan dengan seorang yang dikenal. Seperti cerita di awal, jika mahram di

Tags:
author

Author: 

Seorang muslimah yang bercita-cita menjadi shalehah. Berusaha dan terus berusaha