Kisah Zainab binti Jahsy; Isteri Rasulullah yang Taat dan Rajin Sedekah

Jika menyebut nama isteri-isteri Rasulullah, maka yang paling dikenang adalah dua sosok wanita mulia yaitu Khadijah dan Aisyah. Lalu bagaimanakah sosok isteri Rasulullah yang bernama Zainab binti Jahsy? Apakah keistimewaan beliau dibandingkan Khadijah dan Aisyah?

Rasulullah saw pernah bersabda kepada isteri-isterinya, “Orang yang paling cepat menyusulku diantara kalian adalah yang paling panjang tangannya…”

Isteri-isteri Rasulullah banyak yang salah paham dengan ucapan beliau saat itu. Setelah Rasulullah wafat, para isteri berkumpul untuk mengukur tangan siapa yang paling panjang. Tetapi tidak tangan yang ukurannya lebih panjang. Nanti setelah Zainab wafat pada tahun 20 hijriyah tidak lama setelah wafatnya Rasulullah, para isteri-isteri Rasul baru paham arti dari panjang tangan yang dimaksud.

Sosok Isteri Yang Taat dan Rajin Bersedekah di Jalan Allah…

Zainab binti Jash merupakan anak dari pemimpin Quraisy yang soleh dan terhormat. Parasnya yang cantik membuat dirinya semakin disanjung oleh kaum Quraisy. Zainab dan keluarganya hijrah ke Madinah setelah mereka memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Zaid awalnya adalah seorang budak milik Khadijah yang diberikan kepada Rasulullah. Karena rasa sayangnya terhadap Zaid, Rasulullah mengumumkan pembebasan Zaid dan mengangkatnya sebagai anak.

Rasulullah menginginkan agar Zaid dan Zainab menikah. Tetapi Zainab dan keluarganya tidak rela dengan alasan latar belakang yang jauh berbeda, Zaid adalah bekas budak sedangkan Zainab dari kalangan terhormat. Kemudian turunlah ayat Allah, “Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan-urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat yang nyata.” (al-Ahzab ayat 36)

Zainab adalah muslimah yang taat pada Allah dan Rasul-Nya, dirinya pun rela dinikahi oleh Zaid. Allah menginginkan pernikahan mereka terjadi agar menjadi cerminan bahwa di hadapan Allah semua manusia sama tidak kaya dan miskin, yang membedakan hanyalah keimanan dan ketakwaan mereka.

Pernikahan Zaid dan Zainab banyak mengalami goncangan, perbedaan dan ego tidak bisa bersatu, hingga Zaid pasrah dan mengutarakan niatnya untuk menceraikan Zainab. Kemudian turunlah ayat Allah: “Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: ”Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk mengawini ( isteri-isteri anak-anak angkat itu ) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi” (al-Ahzab ayat 37)

Setelah usaha mempertahankan pernikahan yang tidak berhasil, Zaid pun menceraikan Zainab. Dan setelahnya, Zainab dinikahi Rasulullah. Pernikahan Rasulullah dan Zainab ini juga memiliki arti yaitu bahwa seseorang bisa menikahi janda dari anak angkat karena urusan mereka telah selesai (cerai).

Ilustrasi

Ilustrasi

Selain sifat patuh dan taatnya, Zainab dikenal sebagai sosok yang dermawan. Dirinya menjahit pakaian untuk diberikan kepada prajurit-prajurit yang akan berperang. Hartanya disedekahkan pada anak-anak yatim dan orang miskin. Banyak kalangan menyayangi Zainab karena tingkah lakunya yang ramah, pandai menjaga lisan hingga hubungan silaturahmi dengan kerabat terjalin dengan baik.

Semua yang dilakukan Zainab adalah semata untuk semakin mendekatkan diri dengan Allah swt. Zainab tidak memperdulikan akan kesejahteraan dirinya, menurutnya harta bisa menimbulkan fitnah yang bisa menjerumuskannya ke dalam dosa.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.