Kisah Zainab al-Ghazali; Mujahidah Sejati

Kita sudah sering mendengar kisah gagah berani para mujahidin yang membela agama Allah dengan mempertaruhkan seluruh jiwa dan raganya. Bagaimana dengan sosok wanita pembela Islam di jaman ini? Adakah tokoh mujahidah yang bisa dijadikan teladan karena dakwah dan keberaniannya berperang di jalan Allah?

Dialah Zainab al-Ghazali seorang aktivis wanita Mesir yang dikenal sebagai pejuang bagi rakyat Mesir. Dalam perjuangannya, ia telah mendapatkan perlawanan dari pemimpin Mesir sendiri yang berusaha untuk menghancurkannya yaitu di masa pemerintahan Jamal Abdul Naser.

Mengalami Siksaan Dalam Tahanan Tidak Membuatnya Takut Sedikitpun…

Gerakan dakwah yang dilakukan Zainab al-Ghazali cepat meluas ke seluruh Mesir, setiap pekan ia memberi ceramah di Masjid Ibnu Tulun. Selain itu, Zainab Al-Ghazali juga aktif menulis di majalah-majalah Islam seperti Al-Da’wa dan pernah mengeluarkan buku yang berjudul “Return Of The Pharaoh” tetapi buku tersebut dicekal oleh pemerintah Mesir sendiri.

Dalam memperjuangkan Islam, Zainab al-Ghazali bergerak dengan organisasi Ikhwanul Muslimin dan saling mendukung dengan Iman Hassan al-Banna. Tahun 1949 Hassan al-Banna ditembak mati, Zainab al-Ghazali kemudian dipercaya untuk memimpin Ikhwanul Muslimin bersama para pejuang lainnya. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya dalam lingkup sosial tetapi juga politik.

Pada masa pemerintahan Jamal Abdul Naser, semua aktivis Ikwanul Muslimin ingin dilenyapkan. Terjadilah perintah penangkapan Zainab al-Ghazali di rumahnya dengan tuduhan mengancam pemerintahan dan konstitusi negara.

Selama masa tahanan, Zainab al-Ghazali mendapat perlakuan yang tidak manusiawi, beliau dikurung dan disiksa. Tubuhnya dicambuk dengan cemeti, kaki dan tangannya diikat, ia disekap dalam penjara gelap yang penuh dengan tikus.

Namun, keimanan sudah tertancap kuat dalam hatinya. Zainab al-Ghazali sabar dan percaya akan kuasa Allah swt, “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.”

Hukuman Zainab al-Ghazali semakin berat, pada tahun 1966 beliau dimasukkan dalam ruangan yang berisi beberapa anjing ganas. Di dalam penjara, tubuhnya diserang oleh binatang kelaparan itu. Anjing-anjing tersebut menggigit seluruh tubuh beliau di kepala, tangan kaki dan punggungnya. Apa yang dilakukan Zainab al-Ghazali saat itu? Beliau memejamkan kedua mata sambil meletakkan tangan di atas dada. Tak henti doa beliau panjatkan pada Allah swt sang pelindung. Tak henti-hentinya beliau mengingat Allah, beristigfar dan menyebut nama-nama keagungan Allah (Asmaul Husna).

Dan saat para penjaga mengeluarkannya dari ruangan tersebut, beliau kaget melihat kondisi tubuhnya. Tidak ada satu pun luka bekas cakaran atau taring dari anjing-anjing lapar tadi. Subhanallah… Maha Kuasa Allah.

Zainab al-Ghazali dbebaskan dari penjara pada tahun 1971 di masa pemerintahan Anwar Sadat. Setelah bebas, beliau kembali menulis dan aktif berdakwah.

zainab al-Ghazaliy

Keberanian Zainab al-Ghazali berjuang di jalan Allah tanpa rasa takut sedikitpun menjadikannya sebagai sorang mujahidah sejati yang akan dikenang selamanya. Sebagai wanita muslimah yang ingin menegakkan agama Allah, sepatutnya bisa mencontoh kepribadian beliau. Karena ujian berat pasti akan selalu menyertai para pejuang, tetapi yakinlah bahwa Allah swt akan selalu menolong hamba-Nya yang beriman dan bersabar.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.