Kisah Wanita Suka Dugem yang Mendapat Hidayah

Seperti wanita muda Indianapolis kebanyakan, wanita usia 20-an tahun sudah biasa nongkong di diskotik. Wanita suka dugem dengan pakaian memamerkan aurat, rok pendek, bukan hal tabu lagi di kalangan mereka. Namun, satu lagi hidayah Allah diberikan kepada sosok wanita muda bermata biru, yang kebetulan sukan dugem.

Kehidupan vulgar tiap saat, tampil menarik meraih simpatik, dan lirikan nakal pemuda, berubah drastis. Kesukaannya mengutamakan penampilanmembuatnya tidak pernah absen ke salon seminggu sekali. Yang juga tidak pernah ketinggalan, ia selalu mencari barang-barang kosmetik keluaran terkini: maskara, lipstik atau pun bikini. Kini, wanita yang mendapat hidayah itu menetap di Chicago, ia menggunakan gaun panjang yang longgar. Rambutnya yang pirang ditutupi kerudung. Ia pernah ingin pula menutup seluruh wajahnya, namun suaminya bilang bahwa tidak perlu sejauh itu.

Namanya Fatima Az Zahra, seorang ibu muda Muslim. Wanita suka dugem seperti wanita kebanyakan di sana. Fatima adalah nama baru yang didapat legal melalui proses hukum setelah membayar 300 dollar AS. Ia memilih nama ini karena terpesona dengan Fatima, anak perempuan Nabi saw, yang berhasil menjadi istri dan ibu yang baik (baca: kisah Fatimah Ratu Surga). Nama belakangnya yang baru juga mencerminkan kecintaannya terhadap Fatima: Az Zahra adalah bahasa Arab yang secara harfiah berarti bersinar dengan terang.

Sejam menjadi muallaf, Fatimah memiliki pandangan berbeda terhadap apa yang dilakoninya sebelumnya. Ia masih ingin kelihatan menarik di depan suaminya. Berubah drastis karena hidayah Allah kepadanya, kini dia menganggap bahwa seksi itu baik, namun spesial untuk suami di rumah saja. Demikian pula masalah seks, dia tidak munafik, namun ada jalurnya, jalur halal berbalut syariah.

Ilustrasi wanita muslimah dalam kegiatan kajian memperdalam ajaran agama Islam

Ilustrasi wanita muslimah dalam kegiatan kajian memperdalam ajaran agama Islam

Fatima lahir di Ohio, namun keluarganya kemudian pindah ke Indianapolis. Ia menganggap Indianapolis sebagai kampung halamannya. Seperti kebiasaan pergaulan bebas di Amerika, Fatimah sampai tak tahu siapa ayahnya. Pasalnya saat ibunya punya pacar di mana sang pacar tersebut merasa tidak bisa menjadi bagian dari keluarga dan tinggal serumah dengan ibunya.

Saat masih kecil, Fatimah yang rutin ke gereja bersama neneknya, sudah memperlihatkan rasa bosan di rumah ibadah itu. Fatima menilai khotbah-khotbah itu sulit dicerna dan membosankan. Di bangku gereja, ia lebih senang mencoret-coret buku atau menggambar daripada mendengar khotbah pendeta atau berdoa. Ia agaknya tahu, Kristen bukan agama yang pas bagi dirinya.

Kisah Fatimah masuk Islam juga terbilang unik. Saat usianya 24 tahun, ia diajak ke masjid oleh seorang pemuda yang ternyata menginginkannya menjadi isterinya. Di masjid dia bertemu dengan imam yang kemudian mengajarkannya beberapa kalimat Arab. “Saya demikian lugu saat itu,” katanya. Ia menggenakan hijab datang ke mesjid. Semoga Fatimah, Wanita suka dugem itu istiqamah dalam menjalankan akidah Islam. Amin

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.