Kisah Wanita Pertama Masuk Surga

“Tidak boleh (haram) bagi wanita untuk berpuasa sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan izinnya. Istri juga tidak boleh memasukkan orang ke dalam rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Dan harta yang ia nafkahkan bukan dengan perintahnya, makan setengah pahalanya diberikan untuk suaminya.” (HR. Al-Bukhari)

Hadis di atas menjelaskan bagaimana semestinya istri harus berlaku pada suaminya. Perlakuan istri kepada suami adalah yang menentukan surga atau nerakanya karena ridho suami adalah ridho Allah swt.

Wahai wanita saliha? Tahukan kalian bahwa wanita pertama yang masuk ke dalam surga adalah wanita yang taat pada suaminya dan selalu berusaha menyenangkannya.

Kisah Ummu Mutiah, Istri Patuh yang Mendapat Surga…

Kala itu, Fatimah Az-Zahra putri kesayangan Rasulullah sedang berbincang-bincang bersama ayahnya. Fatimah kemudian bertanya, “Ya Rasulullah, beritahu padaku siapakah wanita yang beruntung masuk surga pertama kali selain Ummum Mukminin?”, Rasulullah menjawab, “Ummu Mutiah.”

Mendengar jawaban ayahnya, Fatimah kaget. Siapakah Ummu Mutiah ini, kebaikan apa yang dilakukannya sehingga dirinya dikatakan Rasulullah sebagai wanita pertama yang masuk Surga. Rasa penasaran Fatimah, membuatnya mencari kediaman Muti’ah di Madinah.

Setelah menemukan kediaman Muti’ah, Fatimah meminta ijin suaminya untuk bertamu ke rumah Muti’ah. Besoknya Fatimah yang ditemani anaknya sudah berada di depan rumah Muti’ah. Fatimah mengetuk pintu dan memberi salam hingga terdengar suara, “Siapakah Anda yang berada diluar?” tanya Muti’ah

“Aku adalah Fatimah, putri dari Rasulullah saw” sahut Fatimah

Muti’ah kaget sekaligus senang karena rumahnya didatangi oleh seorang tamu agung putri Rasulullah. Tetapi, sebelum membuka pintu Mutia’ah bertanya, “Apakah Anda bersama orang lain?”

“Iya, saya bersama putraku, Hasan” Kata Fatimah

“Maafkan Fatimah, Aku belum meminta izin pada suamiku bila ingin menerima tamu laki-laki”

“Tetapi, dia hanya seorang anak-anak”

Muti’ah menyarankan agar Fatimah kembali lagi besok setelah dirinya meminta izin suami terlebih dahulu.

Esok harinya, Fatimah kembali ke rumah Muti’ah, tidak hanya dengan Hasan tetapi Husein pun ikut. Kembali dirinya mengetuk pintu rumah Muti’ah. Muti’ah membuka pintu, tetapi setelah melihat dua orang anak laki-laki, pintu kembali ditutupnya.

“Maaf Fatimah, saya hanya meminta izin pada suami untuk Hasan”

“Dia juga anakku, Husein” kata Fatimah

Kembali Mutia’ah menyarankan agar Fatimah kembali lagi besok seterlah dirinya meminta izin pada suami.

Keesokan hari, Fatimah bersama Hasan dan Husein akhirnya bisa masuk ke dalam rumah atas izin suami Muti’ah. Fatimah mulai memperhatikan keadaan rumah Muti’ah. Sederhana, rapi, bersih dan wangi. Muti’ah juga terlihat telah berhias dengan cantik. Ternyata suami Muti’ah akan segera pulang. Dan Muti’ah telah bersiap menyambut suaminya dengan penampilan yang mempesona. Fatimah mulai kagum dengan Muti’ah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Fatimah datang lagi keesokan hari. Di hari ini, Fatimah melihat pemandangan yang membuatnya takjub. Muti’ah terlihat sibuk mengurus perlengkapan mandi suaminya. Pakaian ganti telah disiapkan, Mutiah juga menemani suaminya masuk ke dalam kamar mandi.

Di meja makan, Muti’ah telah menghidangkan makana yang dimasaknya sendiri. Sebelum makan, Muti’ah mengeluarkan sebuah cambuk seraya berkata, “Wahai suamiku, sekiranya makananku tidak berkenan di lidahmu, cambuklah aku sebagai hukuman”.

Subhanallah… kini Fatimah sudah paham, mengapa Rasulullah mengatakan bahwa Ummu Muti’ah adalah wanita pertama yang menginjakkan kakinya di Surga. Muti’ah mendapatkan keridhoaan Allah melalui ridho suaminya.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.

One Response

  1. Ummu Mutiah, Perempuan Pertama Yang Pertama Masuk Surga | onlybona1 year ago

    […] ini, searching sebentar dan menemukan artikel ini. kurang lebih seperti ini, yang saya copy dari sini. Semoga kita bisa meneladani beliau.. Aamiin Allahumma Aamiin.. […]

    Reply

Leave a Reply