Kisah Suami Isteri dari Buah Nangka

Di sebuah perkampungan sederhana, hiduplah sepasang suami isteri. Suami terbiasa hidup sederhana, orangnya sabar, dan rajin merenung serta memaknai arti hidup. Sedikit berbeda dengan isterinya. Isterinya suka merasa tidak puas, cerewet, dan tak jarang marah-marah.

Suatu ketika suami datang dari pasar dan membawa buah nangka. Dia membeli buah nangka itu dengan menyisihkan sebagian penghasilannya hari itu, untuk menyenangkan isterinya. (baca: kisah inspirasi sedekah)

Saat istrinya membelah buah nangka itu, ternyata buahnya tidak baik di mata isterinya. Memang kelihatan buah di dalamnya sudah banyak yang rusak, kehitaman, dan sebahagian di makan ulat. Seperti biasanya, si istri mulai cemberut, ngomel, dan marah-marah melihat keadaan itu

Suami orang arif lalu bertanya kepada istrinya, “duhai isteriku, untuk siapa marah-mu kau tujukan, apakah kau marah kepadaku yang sudah berusaha menyisihkan penghasilan, membelikan kamu buah nangka, ataukah kamu marah kepada penjual, penanam ataukah kau marah kepada pancipta buah nangka itu …?”

Mendengar pertanyaan itu, isterinya terdiam. Kemudian suami meneruskan kalimatnya,

“Ketahuilah duhai isteriku, penjual sudah tentu ingin jualannya terdiri dari barang yang terbaik. Saya sebagai pembeli, tentu tak ingin membeli barang yang tak disukai oleh orang yang aku cintai. Apalagi penanam, pasti sangat berharap hasil tanamnya adalah yang terbaik. Atau mungkinkah dikau marah kepada pencipta buah nangka ini? Begitu hebatkah dirimu sehingga begitu kuat dan tega marah kepada sang Maha Pencipta. bertakwalah kepada Allah dan ridhalah dg segala ketentuan-Nya.”

Mendengar kalimat berantai dari suaminya, tersentaklah sang isteri. Kesadarannya muncul, spontan dia mengucapkan istighfar, mohon ampun kepada Allah.

Buah Nangka sangat disukai berbagai kalangan, karena, selain murah, nangka juga enak dan mudah didapat. Sumber: bursakreasi.blogspot.com

Buah Nangka sangat disukai berbagai kalangan, karena, selain murah, nangka juga enak dan mudah didapat. Sumber: bursakreasi.blogspot.com

Sahabat Muslimah, mari kita ibaratkan kehidupan kita dengan kisah suami isteri dan buah nangka tadi. Mari kita ambil hikmah di balik kisah suami isteri dan buah nangka tadi; (baca: kisah mualaf eropa terbaru)

Pertama, sesungguhnya, setiap manusia pasti mengharapkan kehidupan yang damai, indah, bahagia, bahkan manusia sangat berharap mendapatkan seperti apa yang dikhayalkan. Sebagai manusia, sangat wajar mendambakan kehidupan sesuai dengan harapannya, menginginkan seluruh kehidupan berjalan dengan sebaiknya, sesuai dengan persepsinya.

Namun demikian, terkadang kita tidak sadar, apa yang kita dambakan sebagai kehidupan yang baik, ternyata salah. Tuhan senantiasa memberikan kita yang terbaik, meski tidak baik di mata kita. Hikmah di balik sesuatu yang tidak baik dalam anggapan kita itulah yang kita belum mengetahuinya sama sekali.

Kedua, manusia hidup berada dalam ujian. Tak ada manusia yang hidup bebas dari ujian, bagaimana keadaan kita menerima ujian itu, tergantung bagaimana wujud ketakwaan kita terhadap-Nya. Orang yang bertakwa akan selalu merasa baik apapun yang dihadapinya, meski dalam pandangan umum, hal itu seakan tidak baik. (baca: kisah inspiratif Islam)

Ketiga, manusia terkadang sulit ridha dengan apa yang didapatkan. Padahal semua pemberian Tuhan kepada manusia, adalah kebutuhan manusia. Sayangnya, banyak manusia berharap apa yang diberikan Tuhan untuk memenuhi keinginannya. Sudahkah kita ridha dengan sang Pemberi?

Kisah suami isteri dan buah semangka tadi, adalah salah satu contoh yang sering kita dapatkan dari kehidupan nyata manusia. Mari belajar dari kisah kehidupan, lalu kita petik hikmahnya, sebagai modal hidup di dunia yang penuh dengan ujian.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.