Kisah Perawat di Jerman Dipecat Karena Berhijab

Dikutip dari salam online, seorang perawat muslimah bekerja di rumah sakit gereja Kristen Protestan di Kota Poryrom. Karena menggunakan hijab saat jam kerja, muslimah ini dipecat. Merasa hak asasinya tidak dihargai, muslimah yang tidak ingin dipublikasikan namanya ini kemudian menggugat di pengadilan. (baca juga: cerita muslimah berhijab)

Namun nasib mujur masih jauh dari muslimah ini. Keadilan sepertinya belum berpihak kepadanya. Saat kasusnya diajukan ke pengadilan kerja Federal yang berada di Erfurt, Jerman, berkasnya ditolah.

Pihak pengadilan beralasan bahwa para pekerja di rumahsakit tersebut harus taat pada kesepakatan kerja dan harus mematuhi aturan netral. Pengadilan sepertinya memposisikan, bahwa pengguna hijab adalah ketaatan pada simbol agama tertentu yang berbeda dengan kayakinan tempat muslimah itu bekerja. Pengadilan lalu menolak, karena hal itu bertentangan dengan kesepakatan kerja. Dalam kata lain, pihak administrasi rumahsakit diperbolehkan melarang perawat Muslimah menggunakan hijab di jam kerja.

Kecaman demi kecaman datang, baik dari organisasi muslim, ataupu organisasi lain yang ada di Jerman. Mereka beranggapan, jika hal ini dibiarkan, maka sudah tidak ada lagi hak asasi perorangan di dalam lembaga-lembaga gereja. Demikian pula pernyataan ketua Majelis Muslim Jerman, Aiman Mazai. Ia meminta agar pemerintah melakukan kajian ulang terhadap aturan yang melahirkan keputusan seperti dalam lingkup kerja itu. (baca juga: cerita wanita berjilbab)

***

Ilustrasi, sumber: dakwatuna.com

Ilustrasi, sumber: dakwatuna.com

Sahabat muslimah, apa yang bisa kita petik dari kisah muslimah di atas ? banyak sekali. Pertama, seyogyanya kita bersyukur hidup dalam kondisi normal, hidup di negara yang mayoritas muslim. Sehingga pelarangan busana muslimah, seperti hijab, jarang kita dengar. Kekuatan iman kita untuk hal ini, diuji dalam bentuk berbeda.

Kedua, sejatinya kita harus waspada, teliti sebelum bekerja. Muslimah bekerja tidaklah dilarang, bahkan ada banyak pekerjaan yang tepat buat muslimah. Namun, perlu pula ketelitian, bagaimana aturan kerja di tempat kerja itu. Bekerja tujuan akhirnya mencari kebahagiaan hidup yang mungkin didapatkan dari materi, tapi apa gunanya, kalau harus mempertaruhkan keimanan.

Ketiga, memakai hijab adalah bentuk ketaatan. Dan ketaatan kepada Allah, di dalamnya ada ujiab berbuah manis. Perhatikan perjalanan ketaatan kita masing-masing. Saat memakai hijab, selalu ada ujian, ada yang ngeledek, merasa jilbab tidak sesuai dengan bentuk wajah, atau ujian lainnya. Tapi yakinlah, lolos dari ujian itu, ada sesuatu yang luar biasa menunggu, yakni manisnya iman.

Sahabatku, mari senantiasa belajar dari kisah orang-orang yang memperjuangkan keimanan mereka. Mereka sementara diuji, seperti kita yang lagi diuji dalam bentuk berbeda. Semoga ketaatan kita kepada pemberi perintah, akan senantiasa istiqamah dalam kekuatan iman yang kita miliki. (baca: berjilbab tapi t3lanjang)

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.