Kisah Muslimah yang Patah Hati

Cinta diciptakan Allah untuk membuat manusia agar bisa saling menyayangi dan mengasihi satu sama lain. Cinta diciptakan dalam beragam bentuk dan jenis. Seperti cinta kepada keluarga, cinta kepada anak, cinta kepada orang tua, cinta kepada saudara, dan cinta kepada kekasih. Dalam semua jenis cinta, ada satu cinta yang didasari oleh rasa nafsu. Setulus apapun cinta itu, nafsu masih menjadi landasan besar yang mengiringinya.

Lalu, cinta yang seperti apakah itu? Yaitu cinta kita kepada isteri atau kekasih. Terkadang putus cinta dapat membuat orang yang mengalaminya menjadi putus asa, dan dapat melakukan hal-hal bodoh. Inilah contoh-contoh orang yang mencintai kekasih atau isteri mereka dengan dasar nafsu. Karena nafsu sendiri memiliki sisi egois yang cukup tinggi. Sehingga jika terus dibiarkan, nafsu tersebut dapat menguasai diri kita dan mengendalikan fikiran kita. Banyak orang-orang yang mengalami putus cinta akan melakukan hal-hal bodoh. Terutama mereka yang memiliki iman yang belum kuat. Bahkan jika terus dibiarkan, akan membuat rasa putus asa dan kesedihan yang berkepanjangan.

Berbeda dengan mereka yang mencintai seseorang dengan landasan karena Allah. Maka sesedih dan sekecewa apapun mereka, mereka akan tetap berusaha bersabar. Dan berusaha sadar bahwa tiap segala sesuatu berasal dari Allah, dan dapat kapanpun Dia ambil kembali. Dan sebagai orang-orang yang beriman, tentu kita wajib percaya. Bahwa ada hikmah di balik tiap cobaan yang di berikan pada kita. Dan Allah akan memberi pengganti yang lebih baik bagi mereka yang mau bersabar. Lalu, bagaiamana seharusnya seorang muslimah menyikapi masalah tentang patah hati? Maka kisah muslimah yang patah hati seharusnya memiliki alur di bawah ini.

Ada seorang wanita muslimah yang telah bertunangan. Bahkan pernikahanya tinggal menunggu hitungan hari. Dia sangat mencintai calon suaminya. Karena sebagaimana ajaran islam, seorang isteri harus mencintai suaminya dengan sepenuh hati. Karena hanya dengan rasa cinta yang tulus dan rasa cinta karena Allah, seorang isteri akan mampu taat pada suami. Jadi wanita ini memupuk rasa cintanya kepada suami agar semakin besar dan semakin berkembang. Hingga dia merasa, rasa cintanya pada calon suaminya hampir menyamai dirinya sendiri. Tapi sebagaimana yang sudah Allah firmankan. Bahwa sesungguhnya jodoh, rezki, dan mati, hanya Allah yang tahu. Maka takdir yang Allah tentukan, tak akan bisa di lawan oleh manusia.

Ketika waktu pernikahan sudah semakin dekat, ternyata keluarga si lelaki dan lelaki itu datang untuk membatalkan pernikahan ersebut. Karena suatu alasan yang tak dapat saya sebutkan di sini. Kita pasti tahu, bagaimana rasanya hati si wanita ini. Rasa cinta yang dia pupuk hingga besar dan kuat, tiba-tiba lenyap begitu saja tanpa dia duga. Rasa kecewa, marah, benci, dendam, dan sakit hati, pasti akan di alami oleh mayoritas orang jika mengalami hal ini. Termasuk wanita ini juga merasa sangat sedih, kesedihan yang tak dapat saya gambarkan betapa beratnya. Tapi sebagai seorang muslimah yang mengenal agama dan beriman kepada Allah, anda tahu apa yang dia ucapkan untuk menennagkan hainya agar tetap sabar?

“Inna Lillahi wa inna illaihi roji’un..”. beban berat di hatinya yang begitu besar hingga tak mampu dia pikul, dia kembalikan semua pada Allah. Karena dia tahu, hanya Allah yang mampu memberi tiap nbeban dan Dia juga yang mampu mengangkatnya kembali.

Dari kisah muslimah yang patah hati tersebut, seharusnya kita dapat belajar banyak hal. Bahwa kita tak memiliki hak atas apapun, termasuk diri kita. Hanya Allah yang memilikihak untuk memberi, mengambil, dan menggantinya dengan yang lain yang insya Allah akan lebih baik dari pada sebelumnya.

Rate this article!
Kisah Muslimah yang Patah Hati,3.50 / 5 ( 2votes )
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.