Kisah Keutamaan Menjadi Ibu Rumah Tangga

Kodrat wanita setelah menikah adalah menjadi ibu rumah tangga yang mengurusi suaminya, mengurus rumah dan membesarkan anak-anaknya. Dalam surah Al-Ahzaab ayat 33, Allah berfirman,

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu bershias dan (bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

Sudah banyak kejadian di sekitar kita, rumah tangga yang berantakan karena istri melupakan kewajibannya dan lebih memilih mengejar pekerjaan dan pendidikan yang lebih tinggi. Padahal Allah tidak meridhoi istri yang keluar rumah tanpa izin dari suami.

Fitrah Wanita Adalah Menjadi istri Soleha

Pernikahan Endang dan suaminya telah berjalan tiga tahun dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki berumur satu tahun. Dalam kesehariannya Endang merupakan supervisor perusahaan swasta sedangkan suaminya bekerja sebagai security.

Dari segi penghasilan, gaji Endang lebih besar tiga kali lipat dari gaji suaminya. Gaji menjadi salah satu alasan mengapa Endang tidak mau berhenti dari pekerjaannya. Menurut perhitungannya, hidup dengan gaji suaminya tidak akan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi anaknya kerap sakit-sakitan. Biaya obat-obatan dan perawatan cukup tinggi.

Suatu hari anak Endang harus dilarikan ke rumah sakit karena terkena demam tinggi. Anaknya harus diberi perhatian lebih, sedangkan pekerjaan Endang dimulai pagi pukul 08.00 dan pulang pukul 17.00 bila tidak sedang libur. Endang tidak ingin absen dari pekerjaannya tetapi bingung bagaimana cara menjaga anaknya. Sedang suaminya bekerja shift-shiftan, kadang berangkat pagi kadang malam.

Bila suaminya shift malam dan pulang pagi, Endang sudah berada di kantor, jadilah suaminya mengurus diri sendiri dan mengurus anaknya yang sakit. Kadang suaminya tidak sempat beristirahat karena harus menjaga dan menyediakan segala keperluan anaknya.

Pukul 18.00 Endang pulang ke rumah sakit, “Hari ini suamiku masuk pagi, jam segini dia pasti sudah ada di rumah sakit” katanya dalam hati.

Saat membuka pintu ruangan anaknya, Endang melihat anak dan suaminya tertidur. Hatinya lega melihat anaknya tidak sendirian. Dia mendekati suaminya hendak membangunkannya. Tetapi kemudian Endang sontak kaget karena memegang tubuh suaminya yang terasa panas. Suaminya pun menggigil kedinginan.

“Suamiku kenapa? badanmu panas dan menggigil…” dengan lirih ia berusaha membangunkan suaminya.

“Tadi siang di kantor sudah begini ma, perasaanku ga enak dan mau muntah terus” kata suaminya

“Suamiku, kumohon jangan sakit, bagaimana aku bisa mengurus dua orang sakit sekaligus? Oh Tuhan….” Endang panik dan sudah mau menangis

Dalam hati Endang merasa sangat sedih melihat kondisi dua orang yang amat dicintainya lemah tak berdaya. Dirinya tersadar bahwa ia tidak becus merawat suami dan anaknya hingga mereka jatuh sakit. Pekerjaan dan penghasilan membutakan matanya. Ternyata bukan uang yang bisa menyelamatkan rumah tangganya, tetapi perhatian dan kasih sayang. Minggu depannya, Endang mengajukan permohonan mengundurkan diri.

muslimah dan cinta_2

Islam mengatur bahwa suami adalah sang pencari nafkah untuk keluarga, sedang istri adalah manager di dalam rumah. Rezki Allah amat luas, bukan hanya dari gaji tetapi bisa melalui perantara orang lain. Oleh karena itu, wahai istri janganlah melalaikan kewajibanmu karena Allah Maha Tahu. Kecukupan rezeki akan dicurahkan pada mereka yang pandai bersyukur. Sesuai dengan sabda Rasul, “Barangsiapa yang menjaga kehormatan dirinya, maka Allah akan jaga dirinya dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan memberikan kecukupan kepada dirinya.”

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.

One Response

  1. author

    Maddie1 year ago

    Heheheh memang goaadn makan ayam bakar itu tidak tertandingi kang, makanya saya bikin menu tersebut. Ya mas saya udah buat, jangan menyerah sebelum berperang mas. Coba dulu pelajarin microdata pasti bisa kok kalau kita mau berusaha

    Reply

Leave a Reply