Kisah Fatimah Azzahra as; Ratu Segenap Wanita di Surga

Dalam suatu keluarga, orang tua memiliki anak kesayangan merupakan hal yang biasa. Bukan berarti bahwa orang tua membeda-bedakan kasih sayang pada anak-anaknya. Tetapi, ada kedekatan yang lebih intens pada anak tertentu. Sebagai orang tua, memiliki anak kesayangan tidak menjadi masalah asalkan dapat menyayangi anak-anak lainnya sehingga tidak menimbulkan rasa iri antara mereka.

Menurut survei salah satu media online, sepertiga orangtua mengaku memiliki anak kesayangan. Kondisi ini sama dengan kondisi di jaman Rasulullah, dimana Rasulullah saw juga memiliki anak kesayangannya. Dialah putri kecintaan Rasul, Fatimah Az-Zahra.

Kedudukan Fatimah Azzahra as Paling Utama di Sisi Rasulullah…

Fatimah adalah anak keempat dari Rasulullah saw dan Khadijah. Dari sejak kelahirannya, Fatimah sudah memiliki tanda keistimewaan, Khadijah melahirkannya dengan ditemani wanita-wanita soleha yaitu Sarah, Maryam, Asiah dan Ummu Kultsum.

Fatimah tidak lama merasakan kasih sayang ibunya, disaat berumur 5 tahun, Khadijah wafat. Fatimah kemudian dibesarkan dan dirawat oleh ayahnya Rasulullah saw. Fatimah tumbuh sebagai anak yang berbakti, lembut, ramah dan soleha. Rasulullah sangat menyayangi Fatimah, Rasulullah berucap, “Fatimah itu anak saya, siapa yang membuatnya sedih, berarti membuat aku juga menjadi sedih, dan siapa yang menyenangkannya, berarti menyenangkan aku juga.”

Fatimah ikut berhijrah ke Madinah bersama ayahnya. Setiap Rasulullah berpergian, Fatimah adalah orang terakhir yang ditemuinya dan bila telah selesi dan pulang ke rumah orang pertama yang ditemuinya adalah Fatimah.

Sewaktu Perang Uhud pecah, Rasulullah pulang ke rumah dengan tubuh penuh luka dan berdarah-darah. Fatimah menemui ayahnya dengan mata penuh air mata, hatinya teriris. Fatimah lalu membersihkan dan mengobati ayahnya dengan sabar. Setelah itu, Fatimah mendatangi kaum Quraisy di Makkah dan menghardik mereka tanpa ampun.

Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib atas persetujuan Rasulullah setelah dua orang sebelumnya Abu Bakr Ash Shiddiq dan Umar Al Khaththab ditolak lamarannya. Fatimah dan Ali bin Abi Thalib hidup bahagia sebagai keluarga yang bersahaja, sederhana dan murah hati. Mereka dikaruniai lima orang anak, tiga laki-laki dan dua perempuan.

Di saat-saat terakhir Rasulullah sakit, Fatimah setia mendampingi ayahnya hingga beliau mneninggal. Tidak lama setelah kepergian ayahnya, Fatimah meninggal dunia yang membuat sedih seluruh rakyat Madinah.

fathimah azzahra

Dari kisah di atas dapat disimpulkan bahwa kecintaan Rasulullah pada anaknya Fatimah bukanlah tanpa sebab. Fatimah adalah anak sekaligus isteri yang baik hati, patuh, taat beribadah dan suka menolong. Rasa empatinya pada sesama seringkali membuat Rasulullah terkagum-kagum. Seperti saat Fatimah dan keluarganya sedang kelaparan karena kehabisan makanan, kemudian datang kepadanya tamu yang meminta makanan. Fatimah tidak pernah menolak tamu apalagi bila tamu tersebut sedang kelaparan. Fatimah akhirnya memberikan kerudungnya dan menyerahkan kepada tamunya untuk dijual dan dibelikan bahan makanan.

Begitulah Fatimah dengan kesahajaannya hingga Allah swt menjadikannya sebagai Ratu bagi segenap wanita soleha yang berada di Surga.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.