Kisah Anak Sholehah: Bersedekah demi Sang Bunda

Dewasa ini, semakin banyak anak-anak yang kurang mengerti akan betapa susahnya mencari uang dan akan betapa bahagianya berbagi. Maka dari itu, penting untuk menanamkan sejak dini mengenai kedua hal tersebut. Pasalnya manusia tak akan hanya hidup di dunia ini, melainkan ada kehidupan lain selain itu: kehidupan yang kekal dan jauh melebihi kehidupan di dunia yaitu kehidupan di akhirat.

Berbagi Rezeki, Berbagi Kebahagiaan

Itulah yang sering kali dinasehatkan Ummi pada dirinya. Selain itu, masih ada banyak sekali perihal-perihal yang diajarkan Umminya itu. Dulu Ria, begitu gadis bernama panjang Choiriah itu biasa dipanggil, menganggap hal-hal tersebut sebagai hal yang remeh temeh dan bisa dimulai kapan saja, tidak harus ketika itu juga. Namun, sang Ummi selalu menegaskan,

“Manusia tak tahu sampai kapan ia diberi kesempatan untuk beribadah di jalan-Nya, sayang. Makanya, Ria pun harus sudah memulainya sejak sekarang. Supaya tak menyesal di kemudian hari, juga agar Ria senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah. Ummi yakin Ria sebenarnya sudah paham, bahwa tidak semua orang bisa hidup serba cukup seperti Ria sekarang,” jelas sang Ummi.

Kini Ria telah beranjak dewasa, namun sang Ummi yang ia sayangi itu tak bisa terus menemaninya karena telah terlebih dahulu dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa. Hanya tinggal nasehat-nasehatnya saja, yang selalu diingat oleh Ria.

Suatu ketika, di ulang tahunnya yang ke-20, sang Ayah memberikan hadiah umroh dan wisata ke negara-negara yang sarat akan sejarah perkembangan Islam di masa lalu. Hadiah itu tentu sangat membahagiakan Ria, karena gadis itu memang telah lama ingin pergi mengunjungi tempat-tempat bersejarah tersebut. Selain itu, Ria juga selalu rindu untuk kembali lagi ke tanah suci, mengingat dulu semasa Umminya masih ada pun mereka sekeluarga pernah menjalankan ibadah haji bersama. Banyak kenangan menyenangkan di sana, dan Ria bisa puas mendoakan sang Ummi dengan lebih khusyuk.

Dengan girangnya Ria dibantu oleh Mbok Minah, pembantu yang telah lama mengabdi pada keluarga Ria, membereskan segala keperluan yang hendak dibawanya bertamasya. Ria berhenti sejenak, mengamati tangan-tangan kurus Mboh Minah yang sudah keriput. Dalam hati Ria berpikir, Mbok Minah pun sudah lama ingin sekali pergi menjawab panggilan Allah untuk beribadah di tanah suci.

“Mbok, ingin naik haji?” tanya Ria tiba-tiba.

“Iya non. Mbok sudah nabung sedikit. Semoga segera terlaksana ya,” jawab Mbok Minah dengan senyumnya yang sederhana namun bersahaja.

“Mbok saja deh yang pergi menggantikan Ria ya” Perkataan Ria itu sangat mengejutkan Mbok Minah. “Anggap saja sedekah, dari Ummi untuk Mbok Minah,” lanjutnya. Mbok Minah tak kuasa menahan haru dan rasa syukurnya. Dipeluknya si nona muda yang sudah seperti cucunya sendiri itu.

Ilustrasi: www.cintasedekahnusantara.com

Ilustrasi: www.cintasedekahnusantara.com

Rasulullah pernah bersabda, bahwa manusia akan meninggalkan semua perkara di dunia ini ketika ia dipanggil kembali oleh sang Pencipta, kecuali tiga: amal jari’ah, ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, serta anak-anak yang sholeh sholehah, yang senantiasa mendoakan orang tuanya dan beramal sholeh demi orang tuanya juga.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.