Kenapa Wanita Mudah Mengeluarkan Air Mata ?

Nisa duduk termenung, air matanya menetes bening dari kelopak matanya yang sembab. Sudah beberapa hari dia terdiam, tak bisa makan, dan tak peduli dengan sekelilingnya. Tak ada nada, suara, apalagi kata. Tak ada yang mampu menerjemahkan isi hati Nisa, selain air mata yang mewakili tiap saat berderai.

12 tahun dia membina hubungan dengan teman sekelasnya yang kini menjadi anggota TNI. Laki-laki itu pada dasarnya baik. Konon sang tentara berjanji akan melamar jika datang dari Libanon, tugas sebagai pasukan perdamaian. Jodoh di tangan Tuhan, sang pria datang melamar, namun gagal hanya karena masalah mahar pernikahan. (baca juga kisah Barbara, wanita Prancis yang masuk Islam)

Cerita ringkas di atas adalah salah satu contoh kenapa perasaan wanita kerap diwakili oleh air mata. Wanita sangat peka. Ada yang mengatakan (bagi admin, belum teruji kebenarannya), bahwa Allah menciptakan wanita dengan 9 perasaan dan 1 akal, maka mereka selalu mengutamakan perasaannya ketika ia hadapi sebuah permasalahan, dan menyingkirkan kekuatan akalnya.

Tak heran ketika perasaan seorang wanita sedang resah dan gelisah, air mata sebagai pelampiasan. Saat wanita menangis, bukan kerana dia lemah, tapi dengan air mata itulah ia meluapkan segala rasa yang ada di dadanya beban kehidupannya dan permasalahan yang dihadapinya. (baca: cara mempercantik bulu mata)

Wanita dicipatakan Tuhan dengan sangat tegar. Wanita itu istimewa. Wanita diciptakan dengan bahu kokoh, unik, kuat menampung beban keluarga, menopang bayi kala menyusui. Bahu itu juga menenangkan, kala harus menopang kepala bayi yang sedang tertidur. Allah menciptakan wanita dengan kekuatan untuk bertahan, ketika yang lain menyerah dan putus asa pada keadaan kerana mereka yakin akan sebuah harapan.

Bukan hanya anak, saat suami bersandar di bahu isteri, ada ketenangan yang mengalir. Wanita sebagai semangat dan kekuatan untuk membimbing suami ketika masa sulit yang dihadapinya bukankah wanita dicipta dari tulang rusuk lelaki.

wanita mudah mengeluarkan air mata

Sayang, perasaan wanita lebih dominan. Wanita menjadikan air mata ibarat jalan air yang tersumbat. Dengan air mata, wanita menumpahkan perasaannya bila mereka memerlukannya. Bukan sebuah kelemahan ketika wanita menangis tapi air mata itu adalah sebuah air mata kehidupan.

Karena perasaan wanita yang dominan, nalurinya menjadi tajam. Wanita lebih mudah khusyu’. Itulah sebabnya, doa seorang ibu lebih makbul dari serang ayah (baca: sebab doa terkabul). “Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Saat Rasul saw ditanya, beliau menjawab, “Ibu lebih penyayang daripada ayah dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”. (al-Hadis).

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.