Kenapa Jilboobs Diharamkan ?

Heboh soal jilboobs menghiasi ruang media visual dan media maya. Istilah yang berasal dari “boobs” berarti dada, menyatu dengan kata jilbab. Jilboobs adalah memakai jilbab namun tetap memperlihatkan lekuk, tonjolan pada dada. Mengapa pembahasan jilboobs menjadi menarik untuk dibahas? Karena jilboobs menyangkut kesalahan cara berjilbab sesuai tuntunan agama, sekaligus arus trend mode dan fashion yang tak terkendali. Lalu kenapa jilboobs diharamkan?

Sahabat muslimah, perlu diketahui bahwa jilbab merupakan bagian dari syariat penting untuk dilaksanakan oleh seorang muslimah. Jilbab bukanlah sekedar identitas apalagi menjadi hiasan semata. Jilbab sebagai ibadah posisinya sama dengan shalat, puasa, zakat dan haji. Begitu pentingnya jilbab, perintah memakainya sekaligus berbarengan dengan cara memakai serta tujuannya.

Olehnya, ada beberapa faktor kenapa jilboobs tidak boleh bahkan jilboobs diharamkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penulis hanya mengungkapkan tiga hal saja;

Pertama, dalam surah an-Nur jelas, bahwa jilbab berfungsi menutupi dada. Artinya, tujuan muslimah berjilbab adalah melindungi dada. Dengan melihat tujuan ini, maka jilboobs jelas kesalahan memakai jilbab, karena jilbab hanya berwujud sebagai bentuk, namun cara dan fungisnya, bukanlah seperti berjilbab yang disarankan.

Kedua, dari sisi maknawi jilbab memiliki beberapa makna, yaitu Qomish (sejenis jubah), kain yang menutupi seluruh badan, khimar (kerudung), pakaian atasan seperti selimut. Jika makna jilbab ini dugabungkan, maka akan sesuai dengan jilbab seperti yang disebutkan Rasul, yaitu pakaian yang menutupi seluruh badan, bukan hanya sebagiannya.

Menutup memiliki fungsi melindungi dari hal penglihatan, itulah perbedaannya dengan membungkus. Jilboobs diharamkan karena jilboobs lebih dekat pada membungkus sehingga memperlihatkan tonjolan dan tidak menjadikan jilbab seperti makna di atas sebagaimana mestinya (baca: hijab dari masa ke masa).

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa “Seorang wanita dalam mengerjakan shalat harus mengenakan tiga pakaian, yaitu baju, jilbab dan khimar.” (HR. Ibnu Sa’ad, Muslim). Dalam konteks hadis ini, maka pengguna jilboobs sudah memenuhi dua unsur, baju dan jilbab, namun khimar tidak. Jilbab bisa berfungsi sekaligus sebagai khimar, yaitu jika jilbab melindungi seluruh anggota badan kecuali yang dikecualikan, wajah dan telapak tangan.

Jilboobs-pengertian-jilboobsJilboobs yang memperlihatkan tonjolan pada dada, meski sudah berjilbab, maka tidak bisa disebut khimar, karena jilbabnya tidak berfungsi melindungi, tapi sekedar membungkus saja.

Ketiga, jilboobs diharamkan karena menjadikan jilbab sebagai perhiasan, padahal fungsi jilbab dan pakaian bagi muslimah bukan sebagai perhiasan. Ketika jilbab atau pakaian wanita dikenakan sebagai perhiasan maka tujuan dari perintah Allah agar wanita melindungi perhiasan drinya tidak terpenuhi (baca: berjilbab tapi bermain gitar).

Banyak kesalahan yang timbul karena poin ini terlewatkan, sehingga seseorang merasa sah-sah saja menggunakan jilbab dan pakaian indah dengan warna-warni yang lembut dengan motif bunga yang cantik, dihiasi dengan benang-benang emas dan perak atau meletakkan berbagai pernak-pernik perhiasan pada jilbab mereka atas nama fashion, dan mode.

Demikian sedikit penjelasan tentang jilbab dan jilboobs serta penjelasan kenapa jilboobs dilarang. Sebagai muslimah, jangan kita terpedaya dengan segala aktifitas dan perkataan orang yang menjadikan seseorang cenderung merasa tidak mungkin untuk menggunakan jilbab yang sesuai tuntunan.

Rate this article!
Kenapa Jilboobs Diharamkan ?,2.50 / 5 ( 2votes )
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.