Kenapa Anak Tidak Percaya Diri ?

Seorang anak satu dengan anak yang lain, pasti memiliki karakter yang berbeda-beda. Karakter itu berbeda dengan sifat. Ada anak berkarakter pendiam tapi tidak pemalu, dst. Sifat itu ada yang positif dan ada yang negatif. Dan salah satu sifat negatif adalah anak tidak percaya diri.

Anak tidak percaya diri cenderung dapat menghambat perkembangan seseorang. Tidak percaya diri menyebabkan anak kurang pergaulan, dan pemalu berlebihan. Hal ini tentu butuh antisipasi yang efektif dari orangtua terutama ibu.

Pertama: usahakan anak tidak menganggap apa yang dilakukan terhadapnya sebagai sebuah ancaman. Terkadang orangtua bersifat keras terhadap anaknya, bisa saja, tapi jangan sampai anak tersebut menganggap hal itu sebagai ancaman. Caranya, setiap anak mendapat perlakuan berbeda dengan sesuatu, maka sandingkan dengan canda gurau.

Kedua: membatasi perilaku dan cara berpikir anak. Orang tua tentu khawatir dengan apa yang dilakukan anaknya, tapi jangan karena kekhawatiran itu akhirnya membuat anak terbatasi sehingga tidak tahu menahu hal yang mestinya dia punya hak untuk tahu. Pikiran dan perilaku anak butuh perkembangan, tapi juga butuh pengawasan, jangan halangi tapi mengawasi.

Ketiga: jangan membandingkan dengan sesuatu yang sulit baginya. Terkadang orangtua berniat memberikan motivasi terhadap anak, tapi motivasi itu sekaligus menjadikannya sebagai pembanding akan kemampuan anak yang jauh dari capaiannya. Hal ini berbahaya, karena justru memberikan pengaruh yang sebaliknya. Misalnya, “coba lihat nak, dia menjadi siswa teladan, kok kamu tidak bisa.” Siswa teladan itu adalah motivasi, tapi dia jangan sampai menunjuk kepada prestasi yang tidak bisa dijangkau oleh anak.

Keempat: jangan mencelanya ketika mengalami kegagalan. Semua orangtua mengharapkan anaknya menjadi yang terbaik, dan ketika berbeda dari harapan justru orangtua mencela anaknya. Hal ini harus dihindari, agar anak tidak merasa dizalimi sehingga kepercayaan dirinya menurun.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam rangkan menaikan rasa percaya diri anak, misalnya dengan metode kisah saat memberi motivasi, tetap memberikan aplous meski anak gagal, atau dengan mencontoh cara mendidik Rasul saw.

Semoga bermanfaat.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.