Inilah yang Seharusnya Muslimah Lakukan Saat Sakit

Hidup adalah pilihan dan sekaligus ujian. Manusia keluar dari rahim ibunya dengan menggenggam kebenaran. Keyakinan akan kebenaran itu akan diuji. Salah satu ujian bagi manusia adalah sakit.

Dalam sejarah, Rasulullah saw hanya satu kali merasakan sakit, yaitu saat ajal menjemput. Anda? Mari kita berbicara dalam tataran umum dan kita khususkan pada muslimah saja. Muslimah pasti akan merasakan sakit, baik sakit jasmani maupun sakit rohani. Hati, jiwa, pikiran juga bisa mengalami sakit.

Lalu apa yang seharusnya muslimah lakukan saat sakit, menggerutu, mengeluh, diam di tempat tidur atau mengumpat, sumpah serapah, atau apa?. Berikut akan admin paparkan, hal-hal yang seharusnya muslimah lakukan saat sakit.

Pertama: jika muslimah sakit, yang pertama harus diyakini bahwa sakit, senang, bahagia, kaya, dll adalah ketatapan Allah swt. Dengan keyakinan itu, kita akan mudah bersabar, sekaligus mengantisipasi jika maut menjempu saat sakit. “Janganlah salah seorang diantara kalian mati kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah swt”. Demikian sabda Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Baihaqi dan Imam Ahmad.

Dengan keyakinan itu juga akan mudah memposisikan muslimah yang sakit akan rasa takut dan harap. Takut akan adzab Allah karena dosa-dosanya dan harapan mendapatkan rahmat-Nya. Dalam sebuah riwayat, tatkala Nabi mengunjungi seorang yang sakit, beliau bertanya “Bagaimana keadaanmu?” Pemuda tersebut menjawab, “Demi Allah wahai Rasulullah aku sangat mengharapkan rahmat Allah namun aku juga takut akan dosa-dosaku.” Nabi saw kemudian menjawab, “Tidaklah terkumpul pada hati seorang hamba perasaan seperti ini (menggabungkan rasa takut dan harap) kecuali Allah akan beri apa yang ia harapkan dan Allah amankan dia dari apa yang ia takutkan.”

Kedua: ketika sakit, seharusnya muslimah meninggalkan pesan bermanfaat. Pesan yang dimaksud bukan pesan “menakutkan”, yaitu berpesan seakan memberikan sinyal kalau kehidupannya sebentar lagi. Karena yang tahu akan kematian hanyalah Allah swt.

Ketiga: jangan bosan untuk selalu berobat. Obat hanyalah perantara kesembuhan dari suatu penyakit. Yang menyembuhkan hanyalah yang Menciptakan. “Jika aku sakit, Allah swt yang menyembuhkan.” Firman Allah di surah asy-Syuara. Dengan pemahaman ini, seorang yang sakit akan senantiasa bersandar kepada Allah swt Tuhan yang Maha Kuasa.

Kelihatan sepele, tapi jarang dilakukan. Misalnya muslimah sakit lalu berobat, tapi bersandar akan kemahakuasaan Allah sebagai yang Maha Pencipta jarang dilakukan bukan. Semoga artikel tentang apa yang seharusnya muslimah lakukan saat sakit ini bermanfaat buat kita semua.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.