Ini Aurat Menurut Ulama !

Al-Quran secara jelas menyatakan bahwa aurat manusia secara umum haruslah ditutup serta memerintahkan untuk memalingkan pandangan dari sesuatu yang dapat menimbulkan atau membangkitkan hasrat seksual. Beberapa mufasir menafsirkan aurat serta cara menutupinya dalam al-Quran dengan bervariatif (baca: pengertian aurat menurut bahasa dan istilah).

Imam al-Qurthubi, Hamka dan Muhammad Syahrur dalam penafsirannya mengtakan, bahwa perintah menutup aurat ditujukan kepada seluruh manusia tidak terbatas pada mukmin dan mukminat dan aurat merupakan sesuatu yang harus ditutupi yaitu dengan menggunakan pakaian sebagai penutupnya, akan tetapi sebaik-baik pakaian adalah pakaian takwa, yang dimaksud adalah disamping pakaian digunakan sebagai penutup aurat berperilaku santun yang berlandaskan pada nilai-nilai ajaran Islam adalah menjadi syarat utama dalam memperoleh kehormatan diri, baik di mata manusia terlebih di sisi Allah.

Aurat wanita adalah seluruh badan yang dapat membangkitkan hal yang tidak diinginkan diri lawan jenis. Oleh karenanya aurat merupakan sesuatu yang harus ditutupi. Ia lebih lanjut menegaskan bahwa menutup mata dari pandangan aurat adalah suatu keharusan, sehingga aurat harus tertutup. Penutupan aurat adalah sesuai dengan adat kebiasaan masyarakat setempat. Artinya aurat bagi al-Qurthubi merupakan sesuatu yang jika dilihat orang malu serta dapat mendatangkan nafsu birahi, sehingga tidak terbatas pada qubul dan dubur akan tetapi jika kuku atau muka dapat menimbulkan syahwat lawan jenis, maka hal tersebut termasuk ketegori aurat (baca: kisah wanita yang menunda hijab).

Berkaitan dengan pakaian sebagai media penutup aurat, Qurthubi lebih toleran, yaitu sesuai dengan kondisi suatu kaum, sehingga pakaian penutup aurat antara suatu tempat dengan tempat yang lain juga berbeda. Hal tersebut dikarenakan tindakan preventif adalah lebih utama dari penanggulangannya. Dengan demikian pakaian hanya merupakan alat untuk menutupi aurat manusia.

Banyak ahli tafsir al-Quran menjelaskan bahwa pakaian yang menutup aurat memang tidak diatur oleh al-Quran secara pasti, yang jelas adalah menutup aurat, yaitu pakaian yang berlandaskan iman kepada Allah, menunjukkan kesopanan, bukan yang memperagakan badan untuk jadi tontonan laki-laki, seperti paha yang terbuka, karena adanya mode pakaian yang berbentuk rok mini. Artinya pakaian yang Islami adalah pakaian yang dapat menutup aurat dan tidak menimbulkan birahi.

Akhir dari pembahasan aurat dan pakaian yang dapat menutupinya, lebih menunjukkan takwa, sebagai alat serta pakaian dalam bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran Allah. Seorang hamba tidak akan memamerkan tubuhnya jika hal tersebut akan menimbulkan maksiat.

Aurat_menurut_ulama

Oleh sebab itu jika ada sesuatu yang terlihat baik dengan sengaja maupun tidak dari apa-apa yang menjadi aurat dari laki-laki maupun perempuan, maka orang tersebut tidak akan senang jika auratnya terbuka dan dilihat orang lain. Oleh karenanya pakaian yang menutupi aurat adalah sangat dibutuhkan supaya tidak terjadi pandangan terhadap aurat yang mana jika terlihat maka orang tersebut tidak suka. Akan tetapi jika dalam keadaan terpaksa, di mana laki-laki dan perempuan bercakap-cakap maupun diskusi maka melihat kepada lawan bicara adalah diperkenankan, dan selain kebutuhan tersebut maka diperintahkan untuk memalingkan pandangan terhadap lawan jenis.

Dari segi objek aurat, ulama sepakat bahwa aurat wanita adalah muka dan telapak tangan, sedangkan laki-laki dari pusat sampai lutut (baca: kesalahan terbesar memaknai jilbab).

Rate this article!
Ini Aurat Menurut Ulama !,3 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.