Ikat Pinggang Asma binti Abu Bakar

Sosok perempuan pemberani banyak dapat ditemukan di belahan dunia manapun. Banyak diantaranya maju ke medan peperangan dan menjadi pahlawan perang nan tangguh, sebagian kecil daripadanya hanya berjuang di bidang-bidang tertentu saja, tdak sampai bertaruh nyawa demi menjalankan perjuangannya. Meski demikian, perjuangan mereka tetap patut untuk dijadikan teladan dan contoh yang tepat sehingga para perempuan di dunia bisa menjadi perempuan-perempuan yang lebih baik lagi.

Terkisah seorang muslimah pemberani yang juga pantas untuk diingat jasa-jasa dan apa saja yang telah beliau lakukan di dunia. Beliau adalah Asma binti Abu Bakar, putri dari sahabat Rasulullah dan merupakan khalifah pertama yang juga sangat berjasa bagi perkembangan Islam: Abu Bakar ash Shiddiq. Lahir dari rahim seorang kafir, Qutailah binti Abdul Uzza Al-‘Amiriyyah, Asma merupakan saudari satu ayah dengan salah satu istri Rasulullah, yaitu Siti Aisyah Ummul Mukminin. Meski tak secara langsung ikut berperang demi Islam dan demi Allah, dapat dikatakan Asma binti Abu Bakar memiliki peran penting dalam perjuangan penyebaran agama Islam pada awalnya.

Beliau ini yang bertugas menghantarkan minuman dan makanan untuk ayahandanya, Abu Bakar, yang ketika itu menemani Nabi Muhammad saw berlindung di gua. Dikisahkan ketika itu Asma yang masih muda tak memiliki tali untuk mengikat dan membungkus makanan serta minuman yang dibawanya. Maka ketika itu Abu Bakar memintanya untuk membelah selendang yang menjadi pengikat pinggang Asma menjadi dua bagian. Oleh karena kejadian ini, Asma kemudian diberi gelar julukan oleh Rasulullah sebagai dzatun nithaqain yang berarti perempuan yang memiliki dua selendang pengikat pinggang.

Keberanian Asma binti Abu Bakar

Keberanian putri khalifah Abu Bakar ini memang sangat layak diacungi jempol. Di kala Rasulullah dan sahabatnya yang tak lain adalah ayah dari Asma berlindung di gua dari kejaran masyarakat Jahiliyah yang menentang ajaran Islam, adalah Asma seorang diri yang dengan berani mengantar makanan kesana. Padahal, kala itu Asma masih sangat belia.

Keberaniannya dapat dibuktikan tatkala beliau berhadapan dengan musuh Allah yaitu Abu Jahal. Ketika itu Abu Jahal mendatangi Asma, merayu-rayu beliau untuk memberitahukan letak tempat persembunyian Rasulullah saw. Di depan kegarangan Abu Jahal Asma tak gentar membela sang ayah dengan berkata bahwa dirinya tidak tahu, meski harus menerima tamparan yang sangat keras hingga membuat antingnya terlepas dari telinganya.

Asma binti Abu Bakar

Tak hanya itu saja, kehebatan dari Asma binti Abu Bakar juga terlihat dari kemampuannya yang luar biasa dalam bersabar menjalani hidup serba kesusahan dan dibalut dengan kemiskinan. Ketika menikah dengan Zubair bin Awwam, beliau ini harus merawat satu-satunya kekayaan sang suami yaitu seekor kuda. Dirawatnya si kuda dengan sungguh-sungguh dan penuh kesabaran. Pun ketika Rasulullah memberikan hadian kebun kurma pada sang suami, Asma pula lah yang dengan telaten merawat dan memanen kurma-kurma tersebut.

Banyak hal yang bisa dipetik dari riwayat sang dzatun nithaqain, antara lain:

  1. Untuk senantiasa melindungi apa yang berharga dalam hidup
  2. Untuk selalu menghormati suami
  3. Untuk bersikap teguh pada apa yang diyakini
Rate this article!
Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.