Ibu 10 Penghafal al-Quran Dra Wirianingsih, M.Si

Sabda Rasulullah saw tentang kedudukan penghafal Al-Quran,

“Penghafal al-Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian al-Quran akan berkata, ‘Wahai Tuhanku pakaikanlah pakaian untuknya,’ Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karomah (kehormatan) al-Quran kembali meminta, Wahai Tuhanku tambahkanlah,’ Lalu orang itu dipakaikan jubah karomah. Kemudian al-Quran memohon lagi, ‘Wahai Tuhanku, ridhoilah dia,’ Allah swt pun meridhoinya. Dan diperintahkan kepada orang itu, ‘Bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Allah swt menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Baihaqi)

Orangtua mana yang tidak menginginkan anaknya bisa menghafalkan al-Quran dan menjalankan isinya. Allah menjanjikan surga, kebaikan, berkah dan kenikmatan bagi Ahlul Quran. Tidak hanya itu, keluarga penghafal dikatakan sebagai keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.

Ibu Yang Membesarkan 10 Anak Penghafal Quran

Al-Quran bagi keluarga Ibu 10 penghapal al-Quran, Wirianingsih dan suaminya Mutammimul’Ula adalah pegangan hidup. Kedekatan orangtua ini pada ayat-ayat al-Quran kemudian diturunkan pada anak-anaknya.

Sebelum menikah, Ibu Wirianingsih atau yang biasa disapa Ibu Wiwi sudah mengidolakan dua tokoh muslimah yaitu Siti Khadijah dan ra dan Aisyah ra. Dirinya sudah rutin menghadiri majelis taklim dan tausyiah untuk menambah ilmu agamanya.

Ibu 10 anak penghapal al-QuranSetelah menikah, Ibu Wiwi sangat bersyukur karena suaminya ternyata memiliki visi yang sama dengannya terutama dalam hal pendidikan. Selama tujuh tahun pertama membina rumah tangga, keduanya sengaja tidak memakai televisi. Setiap hari yang diperdengarkan pada anak-anaknya adalah muratal al-Quran. Sebelum tidur, anak-anak diceritakan kisah-kisah nabi dan para sahabat.

Menurut mereka, pendidikan tidak harus diberikan saat di sekolah saja, 2/3 sumber ilmu berasal di lingkungan terdekat yaitu di dalam rumah. Metode pengajaran yang diterapkan di rumah antara lain pengajian ba’da maghrib dan ba’da subuh. Sholat subuh dikerjakan berjamaah di masjid. Saat liburan, keluarga Ibu Wiwi lebih memilih perpustakaan untuk membaca dan membeli buku. Di rumah mereka pun, sudah ada ruangan perpustakaan yang berisi sekitar 4000 buku. Ibu Wiwi dan suaminya juga memilihkan pesantren terbaik untuk anak-anaknya menimba ilmu agama.

Dengan metode pengajaran yang disiplin dan bersahaja, Ibu Wiwi berhasil membuat kesepulu anaknya hafiz Quran,

  1. Afzalurrahman, hafal quran sejak usia 13 tahun;
  2. Faris Jihady Hanifa, hafal quran sejak usia 10 tahun;
  3. Maryam Qonitat, hafal quran sejak usia 16 tahun;
  4. Scientia Afifah, hafal 10 juz quran;
  5. Ahmad Rosikh Ilmi,hafal 6 juz quran;
  6. Ismail Ghulam Halim, hafal 8 juz quran;
  7. Yusuf Zain Hakim, hafal 9 juz quran;
  8. Muh. Saihul Basyir, hafal 25 juz quran;
  9. Hadi Sabila Rosyad, hafal 2 juz quran;
  10. Himmaty Musyassarah, hafal 1 juz quran.

Keluarga memiliki peranan penting dalam mengembangkan kecerdasan dan perilaku anak. Suatu saat anak-anak ini akan menjadi orang-orang yang mengisi peradaban. Kualitas peradaban akan sangat tergantung pada kualitas diri mereka.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.