Hukum Wanita Haidh Membaca al-Quran dengan Menghapal

Seorang muslimah penghapal al-Quran teman penulis sempat mengeluh. Alangkah susahnya menghapal al-Quran bagi seorang muslimah. Menurutnya wanita tidak sama dengan laki-laki. Wanita memiliki waktu lebih sedikit dalam mngulang hapalan al-Quran-nya. Wanita dibatasi dengan haidh. Menurutnya, wanita haidh tidak boleh membaca al-Quran meski dengan hapalan.

Karena itulah, penulis tergugah untuk menelaah bagaimana hukum wanita haidh bagi yang ingin membaca al-Quran meski dengan hafalannya ? Berbicara hukum Islam, kita tidak bisa lepas dari landasan utama hukum Islam, yaitu al-Quran dan hadis. Kemudian kita beralih ke pendapat dan ijtihad ulama (baca: wanita haidh (haid) menyentuh mushaf al-Quran).

Beberapa ulama berpendapat bahwa seorang wanita dilarang membaca al-Quran baik dengan hapalannya atau membaca mushaf al-Quran. Ulama yang mengatakan itu berdasarkan pada hadis riwayat Imam Tirmidzi, dengan sanad Ismail bin Ayyasi dari Musa bin Uqbah dari Nafi dari Ibnu Umar. Nabi saw bersabda, “Orang junub dan wanita haidh tidak boleh membaca sedikitpun dari al-Quran.”

Namun hadis ini dibantah oleh imam Baihaqi. Menurutnya, hadis tersebut perlu dikaji ulang, karena sanadnya berasal dari Muhammad bin Ismail al-Bukhari yang hadisnya munkar. Sebahagian besar ulama menganggap hadis ini bathil, berasal dari sanad hadis lemah sehingga tidak dapat digunakan sebagai dalil untuk melarang wanita haid membaca al-Quran dengan hapalannya.

Sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari dalam kitabnya sahih bukhari hadis nomor 1650, dari Aisyah ra, beliau menceritakan, “Aku datang ke Mekkah sedangkan aku sedang haidh. Aku tidak melakukan ibadah di Baitullah. Rasulullah saw mengetahui hal itu dan berkata, “Lakukanlah apa yang biasa dilakukan oleh haji selain thawaf di Baitullah hingga engkau suci.”

hukum-wanita-haid-membaca-mushaf-al-quran-dengan-menghapal

Perintah melakukan apapun selain thawaf termasuk membaca al-Quran tanpa memegang mushaf atau dengan menghapalnya. Dari sisi keadilan Tuhan terhadap hambanya, hal ini lebih masuk akal, karena yang membedakan antara hamba Allah, haanyalah takwanya. Hamba Allah tidak dibedakan dalam masalah waktu beribadah, kecuali hal itu disebutkan dalam al-Quran dan hadis.

Dengan demikian, wanita yang sedang haid diperbolehkan membaca al-Quran dengan menghapal karena tidak ada dalil naqli yang jelas dan sahih yang melarang hal tersebut.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.