Hukum Penggunaan Silikon untuk Kecantikan

Salah satu kemajuan teknologi yang digandrungi para wanita adalah mengubah atau memperindah tubuh seseorang dengan cara operasi. Atau yang paling ringan adalah menyuntikkan sesuatu ke dalam bagian tubuh. Sebut saja, Malinda Dee, wanita penggelap uang milyaran rupiah, memperindah bagian tubuhnya dengan menyuntikan silikon di dalam payudaranya. Demikian pula dengan Dewi Persik, diberitakan operasi selaput dara.

Perlu dipahami bahwa silikon adalah polimer non organik bervariasi, dari cairan, gel, karet, dan sejenis plastik keras. Silicon juga bermacam-macam; ada silikon cair yang umumnya diperuntukan untuk industri, biasa digunakan untuk pelapis mesin, pelumas mesin, peralatan rumah tangga, dll; ada silikon gel, yaitu campuran silikon padat dan cair yang dibungkus dengan lembar silikon, biasanya digunakan mengisi implan payudara; ada pula silikon padat terdiri atas lembar silicon digunakan untuk keperluan tertentu seperti protesis katup jantung, dll.

Sahabatku, muslimah Indonesia. Lalu bagaimana hukum penggunaan silikon untuk kecantikan tubuh ?

Melihat dari zat silicon sendiri, tidaklah dilarang, karena tidak mengandung unsur-unsur yang diharamkan, hanya saja untuk penggunaan tertentu perlu dilihat secara seksama. Dalam al-Quran surah an-Nisa ayat 119 artinya; “…. dan aku (setan) akan perintah mereka untuk merubah ciptaan Allah lalu benar-benar mereka merubahnya. Barang siapa menjadikan setan pelindung selain Allah maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata”.

Dari kalimat yang bercetak tebal dari arti ayat di atas, jelas bahwa merubah ciptaan Allah, merupakan bagian dari usaha setan yang senantiasa menggoda manusia untuk melakukan keburukan. Dalam artian, merubah ciptaan Allah dari semestinya merupakan sebuah perbuatan buruk.

Abu Ja’far at-Thabari, seorang ualama kondang pada zamannya mengatakan bahwa tidak boleh mengubah suatu yang diciptakan Allah pada seseorang dengan menambah atau mengurangi. Sedikit berbeda dengan pandangan al-Qadli Iyadl, mengatakan boleh saja asalkan jika tidak dirubah menjadi beban atau berakibat yang lebih buruk.

Kisah Muslimah Patah Hati

Lalau bagaimana dengan hukum penggunaan silikon untuk kecantikan tubuh. Ada sebuah hadis yang bisa dijadikan perbandingan untuk itu, “Allah melaknati perempuan yang menyambung rambut dan yang minta disambungkan rambutnya dan perempuan pembuat tato dan yang minta dibuatkan tato”. Hadis ini diriwayatkan imam Bukhari.

Tidak disebutkan kata silikon secara khusus, tapi menyambung rambut adalah bentuk usaha merubah ciptaan Allah dari semestinya. Hadis ini sudah jelas melarang orang merubah bentuk bagian tubuh, karena di dalamnya ada unsur pemalsuan, dan gharar (penipuan).

Sebagian ulama sepakat bahwa merubah bentuk tubuh, termasuk menggunakan silikon, hukumnya boleh, jika perubahan tersebut bertujuan untuk pengobatan suatu penyakit. Ada pula ulama yang berpendapat, silikon dibolehkan jika permintaan suami, atau ada izin suami bagi yang bersuami dan tidak membahayakan pada tubuh.

Tags:
author

Author: 

I am a housewife. Has a husband and two sons. My job every day is as a teacher. I was born from a religious family, maintaining norms and decency. The habit of living above the norm is what makes me feel happy with my family.

One Response

  1. author

    resty3 years ago

    terima kasih infonya, sangat bermanfaat.

    Reply

Leave a Reply